Memberi masukan signifikan pada agenda pembangunan yang lebih luas

Berita

You are here

 » 120 Pengawas dan Kepala Sekolah Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Sorong
120 Pengawas dan Kepala Sekolah Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Sorong

KOMPAK-LANDASAN II Update

24 September 2018 - Memenuhi undangan Program KOMPAK-LANDASAN II, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendi, MAP ditengah-tengah agenda kunjungannya ke Sorong, hadir ditengah-tengah 120 Pengawas dan Kepala Sekolah yang berasal dari empat kabupaten di Papua Barat pada kegiatan penguatan pengawas dan kepala sekolah.

Penguatan pengawas dan kepala sekolah dilaksanakan untuk merespon permintaan dari sekolah-sekolah dan Dinas Pendidikan beberapa kabupaten di Papua dan Papua Barat.  Kegiatan ini merupakan bagian dari Program KOMPAK LANDASAN II di bidang pendidikan dalam rangka pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).

Kegiatan ini berlangsung dari 24 - 27 September 2018, sebelumnya pada tanggal 4-7 September 2018 diadakan di Asmat dan diikuti oleh 98 orang peserta dan pada tanggal 12-15 September 2018 yang lalu diadakan di Jayapura untuk Lima Kabupaten dan diikuti 122 peserta.

Team Leader Program KOMPAK LANDASAN II, Don K. Marut  memberikan pengantar sebelum Mendikbud memberikan arahan dan tanya jawab Program Peningkatan Layanan Dasar (LANDASAN) di Papua dan Papua Barat ini didesain oleh BAPPENAS, Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat bersama KOMPAK; dan dibiayai oleh Pemerintah Australia melalui kerjasama bilateral antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia. Implementasinya dilakukan oleh Yayasan BaKTI yang berpusat di Makasar.  

Ada empat pertanyaan dari peserta mewakili empat kabupaten kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan dijawab dengan penjelasan yang cukup panjang dan memuaskan para pengawas dan kepala sekolah yang hadir.   Dalam penutup tanya jawab, Mendikbud memberikan apresiasi kepada Program KOMPAK LANDASAN yang telah membantu peningkatan tata kelola sekolah dan kapasitas kepala sekolah. Mendikbud juga mengapresiasi partisipasi warga kampung melalui komite sekolah dan melalui dukungan-dukungan lain untuk sekolah di wilayahnya masing-masing.

Program LANDASAN II bekerja di 10 kabupaten, 26 distrik, 225 kampung, 218 sekolah dan 31 Puskesmas di Provinsi Papua dan Papua Barat. Program menggunakan pendekatan integrasi dan kolaborasi antara unit-unit layanan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat akan kesehatan dan Pendidikan.

Tags Berita: 
Indonesian