Saling belajar dalam meningkatkan kualitas program
dan bekerja sama menyelaraskan upaya pembangunan

Berita

You are here

 » Inovasi Transportasi Publik Kota Makassar PASIKOLA, Petepete Anak Sekolah
Inovasi Transportasi Publik Kota Makassar PASIKOLA, Petepete Anak Sekolah

UNDP Bangkok Regional Hub dan UNDP Indonesia melalui inisiatif City-I-LEAPS bekerja sama dengan UN Pulse Lab Jakarta, Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI), Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Dinas Perhubungan, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Makassar mendukung pengembangan program Pasikola atau Petepete Anak Sekolah. Program ini berawal dari lokakarya design thinking bagaimana menciptakan transportasi publik yang dicintai masyarakat pada bulan November 2016. Pada workshop ini terpilih dua ide untuk dikembangkan dalam tahapan inkubasi yaitu pertama, Petepete Anak Sekolah, disingkat Pasikola. Ide ini mengoptimalkan pete-pete (angkot) yang sudah ada untuk digunakan sebagai angkutan khusus bagi anak-anak sekolah. Kedua, E-Nassami, ide ini berupa sistem informasi dan komunikasi transportasi publik di Makassar yang menyediakan sistem tracking yang memungkinkan orang tua dan sekolah melacak kendaraan dan menerima pemberitahuan pada saat kedatangan dan waktu penjemputan.

Setelah proses inkubasi pada bulan Februari-April 2017, piloting/uji coba dijalankan oleh anggota tim yang sebelumnya terlibat aktif pada workshop Design Thinking dan tahap inkubasi dengan bekerja sama dengan Dishub Kota Makassar, Organda, Dinas Pendidikan dan difasilitasi oleh BaKTI.

Tahap uji coba/piloting dibagi dalam 3 tahap yaitu:

Pilot 1.1:          15 Mei-19 Mei 2017

                        29 Mei-10 Juni 2017

                        1 kendaraan melayani 1 sekolah: SMPN 3

Pilot 1.2:          24 Juli – 26 Agustus 2017

                        2 kendaraan:  1 kendaraan melayani 1 sekolah: SMPN 3

Tambahan 1 kendaraan melayani 1 sekolah: SDN Kompleks IKIP dan SDN IKIP 1

Pilot 1.3:          4 September – 30 September 2017

                        4 kendaraan:  2 kendaraan melayani 1 sekolah: SMPN 3

            2 kendaraan melayani 1 sekolah: SDN Kompleks IKIP dan SDN IKIP 1

Pada periode Juli-Agustus, sebelum pelaksanaan piloting 1.2, dilaksanakan pelatihan untuk pengemudi Pasikola yang diikuti oleh 3 pengemudi (1 pengemudi yang melayani kendaraan tambahan untuk piloting 1.2 dan 2 pengemudi yang akan melayani 2 kendaraan tambahan pada piloting 1.3). Hadir sebagai mentor pada pelatihan tersebut, Kepala Bidang Moda Transportasi Dinas Perhubungan Kota Makassar, Bapak Andi Faizal; Ketua Organda Makassar, Bapak Sainal Abidin; Bapak Sudarmin – pengemudi Pasikola pada piloting 1.1; Bapak Kasim – pengemudi senior layanan antar jemput Sekolah Islam Athirah.  Selama piloting 1.1 dan 1.2, para pengemudi Pasikola menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan dalam hal mengemudi kendaraan, melayani siswa hingga cara berkomunikasi dengan orang tua siswa menggunakan Whatsapp.  Aplikasi yang dikembangkan akan rampung pada bulan September 2017.

Pada periode Juli-Agustus 2017 juga telah dirampungkan SOP (Standard Operating Procedures) untuk pengemudi Pasikola, SOP sosialisasi Pasikola, SOP penentuan rute, SOP Bengkel, SOP Fasilitas dan Kelengkapan Mobil, SOP Pelatihan Pengemudi, SOP Keuangan, SOP Koordinasi dengan Sekolah, SOP Publikasi dan Media Sosial. Selain itu dokumen Frequently Asking Questions Pasikola juga telah dirampungkan pada periode ini.

Berikut ini beberapa testimoni dari orang tua siswa selama Piloting 1.2 yang berlangsung selama bulan Juli-Agustus 2017:

Sebelum menggunakan layanan antar jemput Pasikola, sehari-hari Alex biasanya diantar oleh kakaknya dan kadang juga menggunakan petepete. Setelah seminggu dilayani Pasikola sangat banyak hal positif yang berubah dari Alex, seperti bangunnya lebih awal tanpa dibangunkan lagi oleh Ibunya. Pulang sekolah Alex lebih tepat waktu karena tidak tinggal lagi di sekolah bermain sehingga ia bisa tepat waktu dan tidak keteteran dalam jadwal les. Saya juga lebih tenang dan tidak ragu akan keamanan anak saya.

Pak Max – orang tua Alex, SMPN 3

 

Ibu Rita, orang tua dari Adib dan Aliyah yang merupakan siswa SDN IKIP merasa sangat terbantu dengan adanya Pasikola. Sehari-hari ia adalah dosen di Yayasan Pendidikan Ujung Pandang, begitu juga dengan suaminya yang menjadi tenaga pengajar di Universitas Negeri Makassar. Keduanya sangat disibukkan dengan jadwal mengajar sehingga kesulitan dalam antar jemput ketiga anak mereka yang bersekolah di SDN IKIP. Sebelum ada Pasikola, ketiga anaknya diantar oleh kakak mereka, anak pertama Ibu Rita. Saat ini anak pertama Ibu Rita itu sudah bekerja sehingga tak bisa lagi mengantar-jemput ketiga adiknya. Untungnya, di saat yang tepat, ada Pasikola yang bisa meringankan Ibu Rita. Ada 2 dari 3 anaknya, Adib (kelas V) dan Aliyah (kelas IV) yang bergabung dengan Pasikola. Ibu Rita berharap Pasikola bisa mengkover dan melayani semua anak saya. Pasikola belum bisa melayani anak Ibu Rita, Aisyah (kelas 2) mengingat jadwal pulangnya lebih awal. Ibu Rita mengaku sangat terbanti dengan adanya Pasikola karena biasanya ia kadang harus meninggalkan tugas mengajar karena harus menjemput anaknya. “Saya berharap Pasikola  bisa jalan terus karena ini bisa mengurai kemacetan” ungkap Ibu Rita.

Ibu Rita – orang tua Adib dan Aliyah, SDN IKIP

 

Sebelum ada Pasikola saya yang mengantarkan Afif, ke SMPN 3 Makassar. “Kalau saya ada kegiatan, Afif naik pete-pete atau angkutan online” tuturnya. Pak Ruslan Kalla juga menyampaikan bahwa anaknya Afif sangat senang dengan Pasikola. “Afif bilang dia kayak menteri, dipayungi kalau hujan, diantar sampai pintu rumah dan gerbang sekolah”

Bapak Ruslan Kalla – orang tua Afif, SMPN 3

 

Ibu Emmy Mahapani, orang tua Arul yang bersekolah di SMPN 3 Makassar yang juga bergabung sejak Piloting 1.1 menyatakan ia sangat terbantu dengan adanya Pasikola. Sebelum bergabung Pasikola, setiap pagi ia harus mengantarkan Arul dan adiknya ke sekolah sehingga ia baru bisa memasak pada siang hari. Setelah ada Pasikola Ibu Emmy kini bisa menyiapkan makanan siang sebelum anak-anaknya pulang sekolah. Arul, menurut Ibu Emmy, kini juga lebih disiplin dalam hal bangun pagi. Arul sudah bersiap sebelum mobil Pasikola datang.

Ibu Emmy Mahapani – orang tua Arul, SMPN3

Tags Berita: 
Indonesian