Memberi masukan signifikan pada agenda pembangunan yang lebih luas

Berita

You are here

 » Lokakarya Pengembangan Strategi Pencatatan Kelahiran (Equity Focus) di Kabupaten Gowa
Lokakarya Pengembangan Strategi Pencatatan Kelahiran (Equity Focus) di Kabupaten Gowa

Target pemerintah Kabupaten Gowa untuk mencapai 90% cakupan kepemilikan akta kelahiran bagi anak usia 0-18 tahun pada tahun 2019 kini menjadi lebih realistis. Bahkan jika mencermati berbagai upaya yang diinisiasi oleh Dinas Dukcapil Gowa dalam dua bulan terakhir hal itu sangat potensial tercapai dalam tahun 2018. Progres saat ini, per 15 November mencapai 61.09 % dari 52.38% capaian pada bulan September 2017.

 

Mencermati status di atas, artinya saat ini terdapat 29% anak  di Gowa yang belum terjangkau dan belum memiliki akte kelahiran. Mereka terpotret dan dipetakan berada di daerah pedesaan dan dari keluarga rentan serta kelompok beresiko. Hal ini sama seperti yang dikeluarkan oleh SUSENAS tahun 2016 bahwa  62% anak yang tidak memiliki akta kelahiran berasal dari keluarga miskin (40% terbawah) dan 66% anak yang tidak punya akta kelahiran berasal dari daerah perdesaan.

 

Guna membantu Dinas Dukcapil Gowa menyelesaikan 29% selisi dari target itu, UNICEF bersama Yayasan BaKTI menggelar lokakarya sehari yang bertajuk Pengembangan Strategi Pencatatan Kelahiran (Equity Focus) di Kabupaten Gowa pada tanggal 15 November 2017 di Melia Hotel Makassar. Misi yang dibawa kegiatan ini adalah mewujudkan keadilan hak identitas hidup  bagi semua anak dari kelompok masyarakat manapun dan dimanapun mereka berada. Tujuan khususnya pertama, mengembangkan pola kemitraan strategis yang lebih partispatif antara Dinas Dukcapil dengan jejaring SKPD yang ada digaris depan (frontline) dan kelompok masyarakat yang mendukung pencatatan kelahiran bagi anak rentan di wilayah yang sulit terjangkau. Dan yang kedua, merumuskan model kerjasama partisipatif pencatatan kelahiran yang menjangkau anak yang rentan dan yang tidak memiliki akses pencatatan kelahiran.

 

Kegiatan lokakarya diikuti oleh 41 peserta (22 perempuan; 19 laki-laki). Mereka berasal dari Sub PPKB dan PPKBD Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB), Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, Dinas PMD, Dinas Dukcapil, TKSK dan Peksos (Dinsos), Forum LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak), Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gowa, dan Persatuan Mandiri Kusta (PERMATA) Gowa. 

 

Hadir membuka dan sekaligus sebagai narasumber, Kepala Dinas Dukcapil yang diwakili oleh Sekdis, Edy Sucipto, S.Pi, MM. Kepala Dinas PP dan KB, Sofyan Daud juga menyampaikan materi tentang Peran Dinas PP dan KB dalam memberikan layanan kesejahateraan sosial anak yang baru lahir. Edy Sucipto dalam materinya meyampaikan empat strategi yang disiapkan untuk mencapai target 90% pencatatan kelahiran yakni: 1) Sasar langsung dimana anak berada; 2) Mengacu pada norma dan kebijakan yang memudahkan sepanjang tidak melanggar regulasi yang ada; 3) Optimalisasi pelayanan – perpanjangan tangan Dukcapil hingga ke kecamatan; serta 4) Konsolidasi teknis.

 

Dalam sesi diskusi dan presentasi, peserta  dibagi ke dalam lima kelompok yakni Kelompok PPKB/D (Dinas PP dan KB), TKSK (Dinsos), PPDI, LKSA, dan PUSKESMAS. Mereka mengurai strategi membangun kerjasama partisipatif dalam mengumpulkan data kelahiran di daerah yang sulit dijangkau serta di kelompok komunitas yang rentan.

 

Kesepakatan Kerjasama Jejaring SKPD dan Kelompok Masyarakat

 

Partisipan lokakarya menyepakati mekanisme kerjasama pengumpulan, verfikasi, pengantaran data ke Dukcapil dan dari Dukcapil ke penerima yakni:

  1. Koleksi data dan berkas kelahiran di dusun/kelurahan, komunitas masing-masing oleh Sub PPKB, PUSKESMAS, Peksos,  PPDI, Permata, dan LKSA;
  2. Pengantar dan Pengambil data:  staf desa/kelurahan, staf kecamatan, dan Kasi PM Dukcapil:
  3. Menerima dan Verifikasi: Kades, penyuluh KB dan UPTD yang  mengantar ke Dukcapil

 

Dan untuk merealisasikan kerjasama mereka sepakat akan bekerjasama dalam kegiatan yang direncanakan di bawah:

  1. Menyediakan tenaga terlatih untuk verifikasi data dan berkas kelahiran di dusun/desa /kelurahan.
  2. Menyediakan layanan khusus: PPDI, Permata, LKSA.

       Menyediakan Form pengambilan data dari Dukcapil --- Dimasukkan dalam RKA Dukcapil.

  1. Merumuskan PKS untuk pelibatan jejaring kerjasama frontliner Dinas PP dan KB, TKSK, Peksos, dan Puskesma.  Uraian tugas masing-masing pihak terlampir. --- PiC penyusunan PKS Sekdis Dukcapil.
  2. Dukcapil menyediakan media outreach/KIE alat sosialisasi pentingnya pencatatan kelahiran --- Dimasukkan dalam RKA Dukcapil
  3. Menginisiasi regulasi tingkat desa yang mendukung percepatan akta kelahiran – SK Kades, Perdes (merujuk pada RPJMDs). (PiC Rustam, BPMPD Gowa)

Penulis : Hamsah, Program Officer UNICEF-BaKTI

Tags Berita: 
Indonesian