Menjalankan proyek perintis dan mereplikasi
berbagai inisiatif pembangunan yang sesuai dengan daerahnya

Berita

You are here

 » Lokakarya Prototyping dan Uji Lapangan Konsep Transportasi Publik Kota Makassar
Lokakarya Prototyping dan Uji Lapangan Konsep Transportasi Publik Kota Makassar

 

Dengan jumlah penduduk sekitar 1.7 juta orang, Kota Makassar sangat berkeinginan untuk memperbaiki sistem transportasi publiknya. Pada tahun 2015, Makassar telah mengembangkan Perencanaan Utama Transportasi untuk membangun sistem transportasi terintegrasi untuk mengatasi kemacetan dan memperbaiki transportasi publiknya.
Namun, terdapat beberapa tantangan dalam mengembangkan sistem transportasi umum yang berorientasi pada masyarakat. Hal tersebut termasuk: kurangnya data yang relevan dan terkini mengenai pola mobilitas, kebutuhan pengguna, berbagai jenis transportasi publik yang tidak dapat diandalkan, kurangnya informasi tentang tantangan penyedia layanan, ketidaksesuaian antara permintaan dan penyediaan transportasi. Selain itu, pemerintah kota masih dalam tahap perencanaan Pete Pete cerdas dan baru berencana untuk uji coba purwarupa (prototype).

Pada September-November 2016, telah dilaksanakan studi lapangan dan workshop inovasi transportasi publik yang dicintai oleh masyarakat yang dilaksanakan oleh UNDP, UN Pulse Lab Jakarta, Yayasan BaKTI bersama dengan Dinas Perhubungan Kota Makassar serta beberapa organisasi sosial dan kreatif lainnya. Dalam workshop bulan November 2016, 3 ide terpilih untuk melalui proses inkubasi. Ke tiga ide tersebut akan lebih dimatangkan lagi melalui proses inkubasi - prototyping dan uji lapangan yang akan dilakukan oleh tim kerja bersama dengan UNDP, UN Pulse Lab Jakarta dan Yayasan BaKTI.  Tujuan dari proses inkubasi ini adalah agar ide yang sudah dibentuk sebelumnya dapat dikembangkan dengan melakukan uji lapangan dan syarat implementasi konsep tersebut dapat digali lebih dalam bersama dengan para stakeholder terkait.

Proses prototyping dan uji lapangan, diawali dengan workshop yang dilaksanakan pada tanggal 1-2 Februari 2016 bertempat di kantor BaKTI. Hadir pada sesi pembukaan Walikota Makassar, Asisten Bidang Pemerintahan Kota Makassar, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Head of Governance Unit UNDP Indonesia-Bapak Siprianus Bate Soro, Governance Specialist UNDP regional – Ibu Paavani Reddy. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, memaparkan konsep Smart Petepete yang telah diluncurkan akhir tahun 2016.

Walikota Makassar mendengarkan tiga konsep yang ditawarkan sebagai solusi untuk mendukung Smart Petepete yang dipaparkan oleh tim kerja yang terdiri dari komunitas kreatif dan start up, media, pemerhati transportasi, dan Dinas Perhubungan Kota Makassar. Konsep pertama, PASIKOLA - Petepete Anak Sekolah.
Prototype ini mengoptimalkan pete-pete yang sudah ada untuk digunakan sebagai angkutan khusus bagi anak-anak sekolah. Pasikola akan melalui trayek dari kawasan pemukiman ke sekolah-sekolah. Layanan ini akan dilengkapi aplikasi untuk mendukung moda pembayaran e-cash dan dilengkapi dengan GPS Tracking untuk memastikan keamanan anak-anak yang menggunakan moda transportasi ini. Kedua, Sistem Feeder Bajikia, mengurai trayek utama yang padat dan mengarahkannya ke dalam pemukiman/kompleks perumahan. Didalam pemukiman ini, pete-pete dan bentor mengambil penumpang lalu bertindak sebagai pengumpan penumpang yang berlokasi di Mall, pasar dan sekolah. Ketiga, E-Nassami, prototype ini berupa sistem informasi dan komunikasi transportasi publik di Makassar. Aplikasi ini dapat digunakan untuk melacak layanan transportasi umum Kota Makassar dan menyediakan panduan trayek Petepete di Makassar. Layanan ini juga akan menyediakan informasi edukatif mengenai bagaimana etika berkendara di jalan umum.

Indonesian