Menjalankan proyek perintis dan mereplikasi
berbagai inisiatif pembangunan yang sesuai dengan daerahnya

Berita

You are here

 » Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor PPKAI Kabupaten Gowa dan Kota Makassar
Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor PPKAI Kabupaten Gowa dan Kota Makassar

Setelah meresmikan Pusat Pelayanan Anak Integratif (PPKAI) pada tahun 2016, Kemensos dan UNICEF memilih Kota Makassar dan Kabupaten Gowa di Sulawesi Selatan sebagai model penyelenggara pelayanan kesejahteraan sosial anak integratif. PPKAI dikelola oleh tim terpadu yang berasal dari sejumlah SKPD untuk memberikan layanan terintegrasi dalam hal pencegahan, deteksi dini dan rujukan penanganan bagi anak yang rentan  dan beresiko mengalami berbagai kekerasan, pelecehan, eksploitasi, dan lain-lain.

SKPD yang terlibat dalam tim PPKAI meliputi Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Dinas Kesehatan, Dinas Dukcapil, Dinas Pendidikan, serta jejaring layanan seperti rumah sakit, puskesmas, Sakti-Peksos, TKSK, P2TP2A, PKH, SLRT, LPA dan beberapa organisasi masyarakat perlindungan anak lainnya. .

Selanjutnya pemerintah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa meresmikan PPKAI pada tanggal 9 September 2016 dan 10 November 2016. Peraturan Walikota Nomor 71 Tahun 2016 serta Peraturan Bupati Gowa Nomor 35 Tahun 2016 mengatur tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) dan SK Tim Teknis pengelola PPKAI di daerah tersebut.

Penguatan Fungsi dan Peran PPKAI

Guna mengoptimalkan fungsi dan peran PPKAI di Gowa dan Makassar, UNICEF bersama Yayasan BaKTI secara berkala memfasilitasi Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor tim PPKAI tersebut. Kegiatan pertemuan yang ketiga ini dilaksanakan tanggal 26-27 Oktober di Hotel Remcy Makassar. Tujuanya, antara lain pertama, untuk mengkaji progres dan hasil yang dicapai selama lebih kurang setahun sejak diresmikannya. Kedua, merumuskan rencana kegiatan bersama; dan ketiga, untuk menyamakan kesepahaman tim dalam berbagai isu strategis guna menguatkan PPKAI secara kelembagaan dan program.

Pertemuan hari pertama (26/10) diikuti oleh tim PPKAI Gowa, sebanyak 29 orang (15 perempuan; 14 laki-laki). Mereka berasal dari SKPD dan jejaringnya meliputi  Dinsos, DisDukcapil, Disdik, Dinkes, Disnaker, Dinas P3A, Kemenag, Dinas PMD, Bappeda, Kesra Setda, Dinas PP dan KB,  Polres Unit PPA,   Satpol PP, RSUD Gowa, koordinator Sakti Peksos, SLRT, dan LPA.   Sementara pada hari kedua (27/10) tim PPKAI Makassar diikuti oleh 24 peserta (15 perempuan; 7 laki-laki) dari SKPD bersama sejumlah jejaringnya yakni Dinsos, Dinkes, Disdukcapil, Disdik, DP3A, Disnaker, Polrestabes Unit PPA,  RSUD Makassar, LPA, dan Sakti Peksos.

 

Hasil dari petemuan tersebut mereka sepakat untuk meningkatkan performa PPKAI dengan bekerja secara terpadu dalam kegiatan yang direncanakan secara bersama-sama. Mereka merumuskan rencana aksi yang akan dilaksanakan dalam tahun 2017-2019 yang dibiayai melalui nomenklatur di SKPD masing-masing. Misalnya, program Pembinaan Anak Integratif oleh Dinsos, Pencetakan Langsung Akte Kelahiran Bagi Anak-Anak Rentan oleh Dukcapil, Sosialisasi PPKAI di sekolah dan komite untuk sekolah model inklusi oleh Diknas, dan Pertemuan SKPD terkait oleh Bappeda. Demikian juga DP3A yang banyak mengerjakan program anak melaui P2TP2A, Forum Anak, dan Shelter Warga.

 

Untuk penguatan kelembagaan PPKAI, peserta dan tim pembina PPKAI memfinalisasi SK Tim Focal PPKAI dari masing-masing SKPD yang akan ditandatangani oleh walikota Makassar. Dengan SK tersebut maka segenap focal point dari SKPD terkait akan lebih mudah menyusun SOP untuk kegiatan yang integratif karena mereka memahami irisan pekerjaannya masing-masing. 

Tags Berita: 
Indonesian