Menjalankan proyek perintis dan mereplikasi
berbagai inisiatif pembangunan yang sesuai dengan daerahnya

Berita

You are here

 » Program Landasan II Juli - Agustus 2017
Program Landasan II Juli - Agustus 2017

Sosialisasi dan Penyusunan Standar Pelayanan Minimum (SPM) Pendidikan di tujuh Kabupaten daerah intervensi Landasan II (Sorong, Kaimana, Nabire, Boven Digoel, Manokwari Selatan, Fakfak dan Lanny Jaya). Kegiatan ini merupakan peningkatan kapasitas kepada semua unsur satuan Pendidikan di sekolah-sekolah dalam peningkatan mutu layanan Pendidikan Dasar. Kegiatan ini melibatkan 138 Sekolah Dasar dan menghasilkan 138 profil SPM untuk akreditasi sekolah. Total peserta yang mengikuti kegiatan di 7 kabupaten tersebut adalah 555 orang terdiri dari laki-laki 412 dan perempuan 143 orang.

Foto1: Kegiatan sosialisasi dan pelatihan SPM di Kabupaten Lanny Jaya

 

Workhop Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di Tanah Papua dilaksanakan di dua Provinsi,  Papua pada tanggal 29 – 30 Agustus 2017 di Jayapura  dan Papua Barat pada tanggal 9 – 10 Agustus 2017 di Manokwari. Workshop di dua provinsi ini dilakukan dalam rangka penguatan sistem dan keterlibatan masyarakat untuk pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS yang menjadi salah satu komponen utama program LANDASAN II. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi suatu gerakan kolektif yang meluas dan memberi dampak sistemik dan positif di Tanah Papua.  Gerakan kolektif ini adalah untuk memasyarakatkan pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS. Karena HIV dan AIDS sudah meluas sampai ke masyarakat miskin di kampung-kampung yang bahkan di kampung-kampung yang masyarakatnya belum mengenal dunia luar. Oleh karena itu pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS membutuhkan gerakan kolektif masyarakat Papua yang meluas dan sistematis.

 

Sebelum pelaksanaan workshop ini, telah dilakukan Focus Group Discussion (FGD)  di dua Provinsi yang mengundang aktor-aktor kunci untuk membahas persoalan-persoalan penanganan HIV dan AIDS di Tanah Papua selama 15 tahun terakhir serta praktek-praktek cerdas penanggulangan HIV dan AIDS baik dari aspek praktis maupun kebijakan.

Foto2: Workshop Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di Tanah PAPUA

 

Pelatihan dan Pendampingan penyusunan SOP Non-Teknis AKI/AKB dan Malaria di Papua, dilaksanakan di Jayapura pada tanggal 10 – 15 Juli 2015. Kegiatan ini diikuti oleh 18 Puskesmas yang mewakili kabupaten Jayapura, Nabire, Waropen, Boven Digoel, Lanny Jaya dan Asmat, dan telah menghasilkan 87 draft SOP. Dengan adanya SOP ini diharapkan pekerjaan/kegiatan/pelayanan di puskesmas dapat terlaksana dengan baik, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan. Perumusan SOP menjadi relevan karena SOP menjadi tolak ukur dalam menilai efektivitas dan efisiensi kinerja instansi pemerintah dalam melaksanakan program kerjanya. Khusus dalam bidang kesehatan, SOP dapat membantu pusat layanan kesehatan tingkat distrik (Puskesmas) untuk memperoleh predikat akreditasi.

Foto3: Pelatihan Standar Oprational Prosedur Puskesmas di Provinsi Papua

 

Pelatihan dan pendampingan Sistem Administrasi dan Informasi Kampung (SAIK) yang dilaksanakan di Kabupaten Asmat, Sorong, Fakfak, Kaimana dan Boven Digoel pada periode ini merupakan sebuah pengenalan instrument yang aplikatif yang diberikan kepada kader pemberdayaan kampung. SAIK dibuat berdasarkan sensus kampung dan dikembangkan sebagai sumber data dan informasi tingkat kampung dengan pelibatan warga secara partisipatif dan akuntabel.

 

Pelatihan SAIK berisi materi:

  • Pengenalan penyusunan Profil Kampung berbasis data atau teknik sensus kampung untuk pengumpulan data yang akurat.
  • Pengenalan dan Praktek Sistem Administrasi dan Informasi Kampung.

SAIK dikelola oleh kader-kader kampung yang telah dilatih tersebut. Pelatihan dan pengembangan SAIK per kampung ini diharapkan dapat membantu kampung untuk membuat prioritas program kampung sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan, pendidikan dan HIV.

Sampai saat ini telah dilatih dan didampingi sebanyak 101 Kampung dan 202 kader.

Pelatihan Pembina Teknis Pendamping Desa (PTPD++) (Pengarusutamaan Issue Pelayanan Dasar dalam Perencanaan Penganggaran Desa) dan sosialisasi PBMAD (Pembelajaran Mandiri Apratur Desa) Provinsi Papua dan Papua Barat, adalah meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan aparatur Distrik dan perangkat daerah di Distrik agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam pelayanan dasar terutama dalam tahapan proses-proses review RKPDes dan RAPDes.

 

Kegiatan ini diberikan kepada apartur kecamatan dan aparatur unit layanan di kecamatan (UPT Pendidikan/kesehatan). Kegiatan  dilaksanakan selama 5 hari 23 Juli  hingga 28 Juli 2017, di Sorong Papua Barat.

Peserta berasal  dari 2 Provinsi Papua dan papua Barat, 6 kabupaten dari provinsi Papua dan 4 Kabupaten di Provinsi Papua Barat, dengan 14 distrik dari Provinsi Papua dan 10 Distrik dari Provinsi Papua Barat.   Sehingga Total Peserta sebanyak 65 orang dari lokasi Landasan II - KOMPAK di Provinsi Papua Barat dan Papua.

Tags Berita: 
Indonesian