Menjalankan proyek perintis dan mereplikasi
berbagai inisiatif pembangunan yang sesuai dengan daerahnya

Berita

You are here

 » Replikasi Praktik Cerdas Untuk Pembangunan Yang Lebih Efektif
Replikasi Praktik Cerdas Untuk Pembangunan Yang Lebih Efektif
Pertanian Alami
  • Pada tanggal 21-23 Februari 2017, Petani Salassae menggelar Workshop Regional Sulawesi Selatan dengan tema "Kebijakan Publik Mengenai Pertanian Keluarga untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani Kecil yang Berdaulat Pangan dan Bermartabat". Kegiatan dilaksanakan di Balai Pendidikan KSPS, Desa Salassae. Tujuan dari workshop ini adalah untuk melakukan advokasi kebijakan publik yang mendukung pertanian keluarga dan terlibat dalam proses dan dialog penyusunan kebijakan dengan pemerintah terkait dan parlemen. Empat undang-undang yang dibahas adalah undang-undang desa, hukum perlindungan dan pemberdayaan Petani dan Nelayan, Undang-undang pangan, undang-undang rencana system budidaya dan peraturan mengenai akses keuangan/kredit.  Hadir dalam kegiatan ini 50 peserta yang terdiri dari perwakilan pemerintah setempat yang terkait dengan isu pertanian keluarga dari tingkat provinsi, perwakilan DPR, NGO, kelompok petani muda dan beberapa pemerintah setempat dari desa sekitar. Sebagai rangkaian dari kegiatan workshop, pameran hasil-hasil petanian alami juga dipamerkan.
  • Di Lembang Palipu, Tanah Toraja telah dialokasikan dana desa untuk implementasi pertanian alami sebesar 10 juta. Dana tersebut digunakan untuk melakukan pelatihan pertanian alami yang diikuti oleh anggota kelompok konstituen (KK) Buntu Kandora yang merupakan dampingan program MAMPU-BaKTI pada bulan Desember 2016.  Sebelumnya telah dilakukan pelatihan pertanian alami yang langsung dipandu oleh bapak Armin Salassa pada bulan November 2016 di lembang Ke'pe Tinoring. Karena ketertarikan yang tinggi dengan metode pertanian alami, maka KK Buntu Kandora mengupayakan untuk dapat memanfaatkan dana desa dengan mengajukan usulan program.   
  • Komunitas Adat Kaluppuni di Enrenkang mulai mengadopsi dan menerapkan pertanian alami sejak diperkenalkan oleh Komunitas Salassae. Petani dari Salassae datang ke Kaluppini mengajari mereka beragam teknologi sederhana pembuatan pupuk dan pestisida alami. Petani-petani dari Kaluppini juga berkunjung ke Desa Salassae untuk melihat apa yang telah dilakukan petani di Salassae sehingga memperoleh hasil pertanian yang lebih baik.
  • Pertanian alami menjadi salah satu muatan lokal dalam kurikulum pelajaran SMA Negeri 14 Bulukumba
  • Beberapa peliputan media : Liputan di TVRI pada program pertanian alami, Sosok Koran Kompas pada halaman 16 (19/4) dan Liputan pertanian Alami di Koran Kompas halaman 1 dan 15 (26/4), liputan di Tempo Bahasa Inggris pada edisi 14 April 2017 bagian Outreach halaman 10-16.
  • Desa Salassae menerima kunjungan dari dinas PPHT Provinsi Sulsel dan Kabupaten Maros terkait perkembangan pertanian alami sistem pola SRI yang sedang dikembangkan di Salassae (2/3), kunjungan dari Program Kerjasama Pemerintah Kabupaten Kota Waringin Timur dengan Serikat Pengorganisasian Rakyat Indonesia (SPRI) dalam mengembangkan pertanian organik di Kota Waringin Timur. Program ini merupakan bagian dari agenda Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Pertanian Organik di sana. Di bulan November, Kunjungan belajar 200 peserta dari Kabupaten Bone. Peserta terdiri dari Pemerintah daerah, dinas pertanian, kepala desa dan petani dari kabupaten Bone.
  • Bapak Armin Salassa berbagi kisah di perhelatan Musrenbang Provinsi Sulsel yang berlangsung di Hotel Grand Clarion Makassar yang dilaksanakan oleh BAPPEDA Provinsi Sulawesi Selatan (20/3). Pelatihan Pola dan Tata Tanam bagi Petani dan P3A di Desa Manurung Kecamatan Malili Kab. Luwu Timur. Kegiatan ini digelar oleh Proyek Optimalisasi Produk Sawah Tadah Hujan dengan dukungan Ketersediaan Air dan Pertanian Ramah Lingkungan/organik (5/6).
  • Komunitas Swabina Petani Salassae (KSPS) menerima penghargaan trophy Proklim Utama bersama dengan 30 lokasi lainnya di Indonesia dari Kementerian Lingkungan Hidup.
  • Praktik Cerdas Pertanian Alami yang sedang dalam proses replikasi di Kabupaten Belu mendapat tanggapan positif dari Bupati Belu dimana Desa Lountolu dinobatkan sebagai Desa Pertanian Alami. Praktik ini akan dijadikan program Pemkab Belu khususnya di bidang Pertanian untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui kepemimpinan perempuan di desa.Selasa 19 Desember 2017, Forum Kampung Iklim diselenggarakan di desa Salassae kabupaten Bulukumba yang dirangkaikan dengan pameran produk pertanian alami oleh Komunitas KSPS serta dirangkaikan dengan kegiatan penanaman 1000 pohon. Sebelumnya, desa Salassae menerima penghargaan dari Tropi Poklim (program kampung iklim) Utama Kementerian Lingkungan Hidup karena Salassae mengembangkan sistem pertanian alami.
SIPBM (Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat)
  • Konsep SIPBM juga dilaksanakan oleh Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pelatihan pendata untuk SIPBM telah dilaksanakan pada bulan Agustus di Bogor dimana Nehru Sagena sebagai praktisi praktik cerdas ini bertindak sebagai salah satu narasumber. Sistem ini diadopsi oleh kabupaten Bogor dalam rangka mendukung pembangunan desa yang berbasis data. Kegiatan ini didukung oleh UNICEF.
  • Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Mamuju melaksanakan Gerakan Kembali bersekolah (GKB) utamanya gerakan menggandeng polres Mamuju dan UNICEF dan telah tercatat di MURI ini berhasil mengembalikan 3376 anak putus sekolah kembali mengenyam dunia pendidikan, diapresisasi  khusus oleh pihak Kementerian Pendidikan dengan diundangnya Bupati Mamuju Drs.H.Habsi Wahid untuk memaparkan materi berkaitan dengan pelaksanaan GKB tersebut pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) di kantor Pusat Pendidikan dan pelatihan Kemendikbud di Jawa Barat pada Kamis, 26 Januari 2017. Konsentrasi pemerintah daerah selanjutnya adalah mengawal anak yang telah dikembalikan ke sekolah agar mereka benar-benar dapat mengikuti proses pendidikan sehingga setara dengan anak lainnya.
  • Minister Konselor (Kepala Bagian Politik dan Diplomasi Publik) kedutaan Australia di Jakarta, DR. Bradley Armstrong PSM berkunjung ke dua sekolah yaitu SMP 1 Simboro, Kec. Simboro dan SMP 6 Kalukku’, Kec. Kalukku’, dimana pihak kedutaan Australia membantu pembangunan kedua sekolah tersebut. Dalam kunjungan perwakilan kedutaan Australia tersebut, Bupati Mamuju Drs. H. Habsi Wahid, MM memaparkan kondisi sosial di Mamuju beserta beberapa kebijakan Pemerintah Kabupaten Mamuju termasuk program GKB
  • SIPBM juga direplikasi di Kabupaten Brebes Jawa Tengah melalui pendampingan UNICEF. Pada 20 Desember 2017, Direktur Pendidikan dan Agama Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dr. Hadiat, MA beserta tim berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Brebes. Pasalnya Brebes telah dianggap berhasil dalam upaya pengembalian Anak Kembali Bersekolah dimana data sebelumnya diperoleh dari penerapan SIPBM. Pemerintah RI mau mengambil beberapa contoh model Kabupaten Kota yang telah melaksanakan intervensi Pengembalian Anak ke Sekolah, seperti Kabupaten Mamuju di Sulawesi Barat, dan Kabupaten Brebes di Provinsi Jawa Tengah. Lewat pengalaman Kabupaten ini, diharapkan nantinya bisa memperkuat perencanaan kebijakan di tingkat nasional dalam penyelesaian ATS (Anak Tidak Sekolah) di seluruh Indonesia.
  • Pengelolaan Air Bersih Lendang Nangka di kabupaten Bima
  • Proses replikasi Praktik Cerdas Pengelolaan Air Bersih Lendang Nangka di Kabupaten Bima sudah berjalan selama kurang lebih 2 tahun sejak mulai dilaksanakan oleh Tim Knowledge Center BAPPENAS yang bekerjasama dengan UCLG dan BaKTI melalui dukungan KSI. Desa Sari yang menjadi desa terpilih yang mereplikasi sudah mengalami banyak kemajuan dalam hal pengelolaan air bersih. Jika awalnya hanya direplikasi di desa Sari, maka saat ini sedang direncanakan untuk direplikasi ke 10 desa lainnya di kabupaten Bima dan berpotensi untuk daerah lainnya. Hal ini dapat terwujud karena adanya dukungan nyata dari pemerintah daerah, salah satunya dengan sinergi sumber pendanaan seperti pengalokasian dana APBD, APBN, DAK, APBD Provinsi dan APBDesa Sari sendiri.  
 
Malaria Center
  • Bapak M. Firman (praktisi praktik cerdas Malaria Center) menjadi salah satu pembicara pada acara International Conference on Data Revolution for Policy Makers. LaCak Malaria (aplikasi Lapor Cepat Kasus Malaria) merupakan aplikasi mobile untuk pelaporan kasus malaria secara cepat oleh petugas polindes, pustu dan puskesmas se-Halsel yang digunakan oleh Malaria Center Halmahera Selatan.
  • Aplikasi LaCak Malaria yang dikembangkan oleh Malaria Center dengan dukungan Pulse Lab Jakarta masuk dalam nominasi Penghargaan Dunia- World Summit on the Information Society (WSIS Prizes) 2017 yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
  • LaCak Malaria sebagai salah satu aplikasi pelaporan kasus malaria yang dikembangkan oleh Malaria Center menjadi Terbaik 1 untuk Kategori e-Health dalam Indonesia Health Care Forum 2017 yang dilaksanakan oleh Indonesia Health Care Forum.
  • Kunjungan Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah) DPRD dan Dinkes Kota Ternate berkunjung untuk melakukan studi banding ke Malaria Center Kabupaten Halmahera Selatan mengenai Rancangan Peraturan Daerah Malaria di Malaria Center, Kabupaten Halmahera Selatan. Malaria Center dipilih sebagai lokasi studi banding karena karena Perda Malaria pertama di Indonesia adalah di Kabupaten Halmahera Selatan (26/5). Selain itu kunjungan Pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika (5/12). Papua adalah daerah dengan angka malaria tertinggi di Indonesia. Di tahun 2018 Dinas Kesehatan, Bappenas telah menetapkan anggaran untuk pembangunan Malaria Center di Pemprov. Papua.
  • Dr. Mohammad Al Habsyi (mantan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Halmahera Selatan dan salah satu penggagas Malaria Center Halmahera Selatan) menjadi pembicara dalam kegiatan Pertemuan kordinasi pembentukan pusat pengendalian malaria (Malaria Center) yang dilaksanakan oleh Pemprov Papua dan UNICEF (15/12).
Anggaran Cerdas di Sulawesi Utara
Praktik cerdas Anggaran Cerdas di Sulawesi Utara terpilih sebagai salah satu praktik cerdas dalam database Knowledge Center (KC) BAPPENAS untuk direplikasikan di wilayah lain di Indonesia dimana sebelumnya praktik cerdas Pengelolaan Air Bersih di Lendang Nangka Lombok Timur sudah terlebih dahulu direplikasi oleh  KC di Desa Sari, Bima.
Tags Berita: 
Indonesian