Saling belajar dalam meningkatkan kualitas program
dan bekerja sama menyelaraskan upaya pembangunan

Berita

You are here

 » Sayur dan Buah menjadi Stempel Cantik di Kelas Craft Anak BaKTI
Sayur dan Buah menjadi Stempel Cantik di Kelas Craft Anak BaKTI

Satu persatu anak-anak perempuan dan laki-laki memasuki ruang perpustakaan BaKTI. Mereka menghampiri rak buku anak yang ada di tengah ruang perpustakaan. Sambil menunggu peserta lainnya mereka memilih membuka-buka buku anak, bermain gadget dan juga membuka computer.

Sore itu mereka mengunjungi BaKTI untuk mengikuti kegiatan kelas craft anak Menghias Tas Serut dengan Stempel Buah dan Sayuran . Kelas craft kali ini adalah kelas craft ke dua, setelah sebelumnya kelas yang sama dilaksanakan pada bulan  Oktober 2016. Karena antusiasme anak dan orang tua yang tinggi maka BaKTI kemudian memutuskan untuk menjadikan kelas craft anak ini menjadi agenda tetap setiap dua bulan sekali.

Tujuan dilaksanakannya kelas craft ini adalah agar anak menjadi lebih kreatif, dekat dengan buku dan perpustakaan serta mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan sesama anak dalam kegiatan kreatif bersama.

Kegiatan digelar dengan lesehan di ruang AS Room. Anak-anak yang berusia 4-10 tahun duduk melingkar di tengah ruangan. Di tengah ruangan dalam nampan kayu sudah tersedia beraneka ragam sayuran dan buah. Sayuran dan buah itu diantaranya ada sawi, wortel, kentang, pare, jagung dan apel. Selain disiapkan oleh panitia, beberapa peserta juga membawa buah mereka. Bahan lain yang digunakan adalah cat akrilik, sedangkan peralatan yang digunakan adalah kuas, pisau untuk membentuk pola/tekstur cetakan pada potongan buah, palet, dan yang paling penting adalah media cetakan dalam hal ini tas serut.

Acara diawali denga  sambutan singkat dari panitia pelaksana. Tujuan kegiatan dan dan latar belakang dijelaskan kepada peserta.

Bertindak sebagai narasumber adalah Wana dan Fanny. Wana adalah salah satu crafter Makassar yang rajin berbagi ilmu craftnya ke komunitas-komunitas dan kelas-kelas kreatif Makassar.

Seperti anak pada umumnya yang tidak bisa diam, sambil menempel dan mewarnai mereka juga tetap sibuk bermain dan mengobrol. Sesekali mereka bertanya kepada Wana dan Fanny jika menemukan kesulitan saat ingin membentuk pola cetakan.

Sore itu sebanyak 19 orang anak hadir yang terdiri dari 4 anak laki-laki dan 17 anak perempuan. Bahkan ada 2 anak balita yang juga hadir karena datang menemani kakaknya. Mereka datang bersama ibu, bapak dan pendamping mereka. Beberapa anak adalah peserta kelas craft anak pertama, yang sangat antusias untuk ikut lagi di kelas ke dua ini.

“Tante, tadi di sekolah ada temanku yang juga mau ikut tapi katanya sudah penuh pesertanya” kata Geby yang sore itu datang bersama kakaknya Kaila. Peserta yang mendaftar di kelas ini memang melebihi kuota yang ditentukan. Hal ini menunjukkan bahwa minat anak-anak dan orang tua untuk ikut dalam kelas-kelas craft, kreatif sangat besar dimana event sejenis masih belum banyak diadakan di Makasar.

Saat anak-anak sedang asik menempel dan mewarnai, Ibu Winarni Monoarfa -salah seorang dewan pengurus Yayasan BaKTI yang sedang berkunjung- turut bergabung dalam kelas ini. Ibu Winarni yang gemar bermain dengan anak-anak menyempatkan diri berinteraksi dengan peserta dengan mengajak mereka bernyanyi, ngobrol dan yel yel serta berfoto bersama. Tidak lupa ibu yang akrab dipanggil ibu Win ini menyerahkan paket goody bag ke salah satu peserta yang bernama Nadin.

Di akhir acara, anak-anak dengan gembira memamerkan tas serut masing-masing yang sudah dihias dengan stempel aneka warna dan motif. Mereka berharap agar di kelas craft anak selanjutnya mereka diundang kembali dan berharap bisa menggajak teman-teman lainnya.

 

Tags Berita: 
Indonesian