Saling belajar dalam meningkatkan kualitas program
dan bekerja sama menyelaraskan upaya pembangunan

Dewan Pembina

You are here

 » Dewan Pembina

SAMBUTAN DEWAN PEMBINA BaKTI

Setelah melalui kerja keras, persiapan, dan negosiasi yang panjang oleh tim manajemen kami di Makassar, dewan Pembina Yayasan, lembaga mitra pembangunan internasional, dan pemangku kepentingan yang terkait dengan BaKTI, dengan ini saya mengumumkan terbentuknya Yayasan BaKTI kepada publik. Semua prosedur hukum telah diselesaikan dan kelengkapan dokumentasi telah dipenuhi, sehingga kami dengan yakin menyatakan bahwa Yayasan BaKTI adalah sebuah institusi yang mandiri, berkedudukan di Makassar.

Di masa-masa akhir eksistensi kami sebagai BaKTI dengan pengalaman selama lima tahun, banyak hal yang telah dicapai, antara lain BaKTINews yang edisi perdananya terbit di tahun 2005 dengan hanya 8 halaman dan didistribusikan ke 200 penerima, saat ini, setiap bulan BaKTINews terbit 32 halaman dan menjangkau 3000 penerima versi cetak dan 1000 penerima versi elektronik.

Dalam 5 tahun terakhir, Layanan Informasi BaKTI telah menjawab lebih dari 1000 permintaan informasi mengenai berbagai program pembangunan KTI dan para stakeholders yang terlibat di dalamnya. BaKTI juga telah memfasilitasi ratusan kolaborasi antar organisasi dan individual baik dengan Pemerintah, mitra pembangunan internasional, sektor swasta, universitas dan organisasi masyarakat lainnya.

BaKTI sebagai sekretariat bagi Forum Kawasan Timur Indonesia telah mendukung pelaksanaan empat pertemuan tahunan, empat pertemuan forum Kepala BAPPEDA se-KTI, dua pertemuan Jaringan Peneliti KTI (JiKTI) dan juga melalui bekerja sama dengan Bappenas dalam proses Sinkronisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 yang berdimensi kewilayahan di KTI.

Fasilitas akses data publik dan perpustakaan BaKTI yang pada waktu mulai beroperasi di tahun 2005 memiliki pengunjung tidak mencapai 100 orang setiap bulan, saat ini lebih dari 1200 kunjungan ke BaKTI setiap bulan. Telah diadakan lebih dari 500 pertemuan, pelatihan dan kunjungan telah diadakan BaKTI dalam 5 tahun terakhir ini.

Selain website BaKTI (www.bakti.or.id), BaKTI juga telah mengembangkan bursa pengetahuan online yang bernama batukarinfo.com BaKTI juga memiliki profil facebook dan milis yang aktif.

Kami ingin memberi penghormatan bagi mereka yang telah berusaha dan menunjukkan komitmen dalam mewujudkan visi untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi kawasan kita. Semua ini memungkinkan kami sebagai pembina yayasan untuk berkonsentrasi pada prioritas kami untuk lima tahun mendatang yang merupakan siklus pertama yayasan ini.

Dewan Pembina Yayasan memberikan dukungan penuh dan kerjasama melalui manajemen dan organisasi yang terkonsolidasi agar dapat bekerja secara cerdas dan efektif. Meskipun "modus operandi" organisasi akan tetap dipertahankan, semua pihak telah berkomitmen untuk terlibat dalam proses transformasi untuk melakukan sebuah gerakan yang efektif bagi perubahan di Kawasan Timur Indonesia. Dalam konteks ini kami siap untuk secara bertanggungjawab bekerja sama dengan mitra kami di Kawasan Timur Indonesia, mitra nasional serta mitra internasional.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah di Kawasan Timur Indonesia, Pemerintah Pusat terutama Departemen Dalam Negeri dan BAPPENAS, AusAID, CIDA dan Bank Dunia yang telah berperan dalam masa 5 tahun eksistensi BaKTI. Kami harap kerja sama ini dapat terjalin lebih erat di masa yang akan datang.

Tak lupa, kami sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh staff BaKTI, terutama kepada Caroline Tupamahu, Pelaksana Direktur Eksekutif BaKTI yang selama kepemimpinannya telah berhasil mengantar BaKTI melangkah melewati masa transisi menuju terbentuknya Yayasan BaKTI.

 

Willi Toisuta - Ketua Dewan Pembina Yayasan BaKTI

 

Profil Dewan Pembina BaKTI

 

Willi Toisuta (Ketua)

Tokoh pendidikan yang berasal dari Kawasan Timur Indonesia. Beliau menerima gelar Doktor Kehormatan (DR.HC) Hukum dari Kwansei Gakuin University, Nishinomiya-Osaka, Jepang pada tahun 1997. Beliau adalah seorang Penasihat Forum Asosiasi Sekolah Tinggi dan Universitas Kristen Ekumenis Internasional dari 1996-2000 dan aktif dalam beberapa organisasi dan program peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Saat ini, Willi Toisuta menjabat Wakil Ketua Komisi Lembaga Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah.

Winarni Monoarfa

Setda Provinsi Gorontalo, Ketua Kelompok Kerja (POKJA) Forum Kawasan Timur Indonesia, dan Koordinator Forum Kepala BAPPEDA se-KTI. Beliau juga adalah guru besar pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Hasanuddin, Makassar.


Erna Witoelar

Ketua Dewan Pengurus Program Kemitraan Partnership dan juga ketua Dewan Pembina Yayasan Inovasi Pemerintahan Daerah (YIPD). Beliau pernah menjadi Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah untuk periode 1999-2001 dan mantan Duta Besar Khusus PBB untuk MDGs di Asia Pasifik (2003-2007).

 

M. J. Papilaya

Mantan Walikota Ambon dan mantan ketua DPRD Kota Ambon untuk periode 1999-2001. Beliau menerima gelar Master of Accounting dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, dan saat ini juga menjadi dosen di Fakultas Ekonomi, Universitas Pattimura, Ambon.


Fary Franscis

Menerima gelar Magister Manajemen Agribisnis (MMA) dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor. Beliau juga belajar Perdamaian dan Resolusi Konflik di Ohio University, Amerika Serikat, pada tahun 2003, dan pada tahun 2005 mempelajari Pengelolaan Air untuk Pembangunan Masyarakat yang disponsori oleh JICA (Japan International Cooperation Agency). Beliau adalah Direktur INCREASE, sebuah LSM lokal di NTT dan anggota DPR RI untuk periode 2009-2014.

Alex Retraubun

Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) pada Kementrian Kelautan dan Perikanan. Alex Retraubun menyelesaikan pendidikannya sebagai Sarjana Perikanan, Universitas Pattimura dan S2 Manajemen Kelautan, New Castle University.

 

 

Yan Pieter Karafir

Mantan Rektor Universitas Negeri Papua (UNIPA), Manokwari, Papua Barat. Sebelumnya beliau adalah Dekan Fakultas Ekonomi UNIPA dan Bupati Kabupaten Jayapura (1991-2001). Beliau menyelesaikan pendidikan di Universitas Cendrawasih dan Institut Pertanian Bogor serta University of New England, Armidale, Australia.

Indonesian