Saling belajar dalam meningkatkan kualitas program
dan bekerja sama menyelaraskan upaya pembangunan

Pertemuan Forum KTI

You are here

 » Forum KTI II 2005
Forum KTI II 2005

Forum KTI II 2005

Forum Kawasan Timur Indonesia (KTI), menjadi tumpuan banyak pihak untuk meningkatkan pembangunan di wilayah KTI. Harapan itu disampaikan oleh wakil masyarakat dari KTI, lembaga donor maupun pihak pemerintah pada pelaksanaan Forum KTI II tanggal 21-22 Nopember 2005, di Makassar Sulawesi. Seperti disampaikan oleh Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Syaifullah Yusuf, pihaknya berharap terjalin kerjasama, memberi masukan dan saling mengisi antara Forum KTI dan departemen yang dipimpinnya.

Demikian halnya dengan Fadel Muhammad, Gubernur Gorontalo, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. Momentum ini dimanfaatkan berbagai elemen masyarakat dari KTI yang hadir seperti pemerintah, pengusaha, LSM, akademisi, budayawan dan aktivis perempuan dimana forum ini menjadi kesempatan bertukar pengetahuan, gagasan dan pikiran dalam rangka membangun agenda peningkatan pembangunan di KTI yang berorientasi pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dengan memanfaatkan keunggulan lokal.

Melalui rangkaian pertemuan yang berlangsung selama dua hari, 21-22 November 2005, peserta merumuskan program dan isu-isu strategis, terdiri dari: tata pemerintahan yang baik, otonomi daerah, pembangunan berbasis masyarakat dan pengetahuan, HIV/AIDS dan Narkoba, pengembangan kapasitas kepemimpinan, pendidikan, serta pengarusutamaan gender. Forum juga merumuskan berbagai kesepakatan dan rekomendasi antara lain adalah: 1) Rumusan visi dan misi Forum KTI hingga tahun 2020, 2) Identifikasi isu-isu strategis pengembangan wilayah KTI, 3) rekomendasi terhadap berbagai pihak yang akan mengimplementasikan programnya di KTI, 4) Kesepakatan oleh para peserta perempuan, dan 5) Susunan Kelompok Kerja (Pokja) Forum KTI II.

Pokja dimaksudkan untuk mengkoordinasikan dan memobilisikan sumber daya forum dalam pelaksanaan hasil-hasil forum satu tahun kedepan. Anggota Pokja merupakan perwakilan dari wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua yang terdiri dari berbagai unsur yang diharapkan dapat memberikan pandangan yang lebih komprehensif terhadap keputusan- keputusan yang akan dibuat. Untuk mendukung koordinasi dan operasional forum, maka disepakati untuk membentuk sekretariat forum bertempat di Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Forum KTI II dirangkaikan dengan pameran program- program pembangunan dari beberapa lembaga donor, LSM lokal/nasional/internasional, seperti UNDP, JICA, USAID, Sekber Adeksi/Apeksi, Oxfam, MFP/DfID, Save the Children, ACCES, SofEI/BaKTI, Wahana Wisata Lingkungan, Yayasan Lontar, YPBB, StuNED, CUSO, dan hasil fotografi Jezz O'Hare. Puncak pelaksanaan forum KTI II dimeriahkan dengan pentas seni tradisional berupa tari dan musik dari berbagai wilayah di KTI. Semua rangkaian kegiatan ini diprakarsai oleh multi pihak di KTI bekerjasama Kantor Pendukung Multi Donor untuk Kawasan Timur Indonesia (SOfEI). 

Perempuan Berkelompok Forum KTI II mengalami banyak kemajuan. Dibanding forum sebelumnya, jumlah peserta meningkat. Peserta perempuan berjumlah 28 orang, forum sebelumnya hanya 6 orang. Mereka ini melaksanakan pertemuan khusus kelompok perempuan. Pertemuan tersebut melahirkan beberapa agenda penting, yang diharapkan menjadi solusi terhadap banyaknya masalah yang dialami kaum perempuan, yang timbul karena faktor sosial, ekonomi maupun budaya. Jelas memiliki potensi untuk berkembang, tapi karena faktor budaya sehingga seringkali harus pasrah menerima kenyataan, menjadi ibu rumah tangga. Kenyataan ini banyak terjadi dikalangan perempuan di KTI.

Bahkan, perempuan di KTI sering kali menyaksikan bahkan mengalami kekerasan, diskriminasi, marginalisasi dan terintimidasi hampir di seluruh aspek kehidupan. Secara umum perempuan dianggap berpendidikan rendah. Oleh karena itu, perempuan perlu mendapat perhatian khusus guna mengoptimal- kan peran dan posisinya di berbagai sektor. Beberapa agenda khusus untuk perempuan dirumuskan melalui pertemuan tersebut. Antara lain :

  • Membentuk pokja/komite khusus perempuan yang terintegrasi dalam setiap forum KTI yang didukung oleh staf sekretariat pokja, berkantor di BaKTI/SOfEI
  • Mendorong pengarusutamaan gender (PUG) dalam semua program kerja dan struktur forum KTI
  • Mendorong tiga jenis kegiatan utama: Capacity Building, Advokasi Kebijakan, Data base.
Indonesian