Menjalankan proyek perintis dan mereplikasi
berbagai inisiatif pembangunan yang sesuai dengan daerahnya

Jaringan Peneliti KTI

You are here

 » Jaringan Peneliti KTI

Jaringan Peneliti Kawasan Timur Indonesia (JiKTI) merupakan jaringan yang beranggotakan para peneliti di KTI baik dari unsur akademisi, unsur pemerintah maupun dari organisasi masyarakat yang berkomitmen melakukan penelitian untuk kemajuan pembangunan daerahnya dan KTI. Terbentuknya JiKTI diawali oleh inisiatif SOfEI - BaKTI (Program multi-donor yang merupakan cikal bakal Yayasan BaKTI) bersama beberapa peneliti anggota Forum KTI untuk menggelar Seminar dan Lokakarya bertema Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat pada tanggal 27 – 28  Juli 2007 di Makassar yang sekaligus mengagendakan Workshop Jaringan peneliti. Pada pertemuan inilah disepakati untuk membentuk suatu forum peneliti di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan Masyarakat yang disebut Jaringan Peneliti Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat KTI.

Jaringan ini bersama BaKTI dan Forum KTI kemudian memilih beberapa peneliti lokal untuk menjadi kontak person di masing-masing propinsi di 12 propinsi di KTI. Perwakilan propinsi inilah yang kemudian dikenal sebagai Focal Point JiKTI. Tahun 2008 Jaringan peneliti ini berubah nama menjadi Jaringan Peneliti KTI atau JiKTI guna mengakomodir keragaman disiplin peneliti yang tergabung serta isu yang hendak disasar oleh JiKTI.

Dalam perjalanannya kemudian di tahun 2008, JiKTI bermitra dengan Australia Indonesia Governance Partnership (AIGRP) untuk melaksanakan Program Mentoring. Program ini menyeleksi 15 kandidat dari berbagai institusi peneliti di KTI untuk memasukkan kerangka usulan penelitian. Para kandidat terpilih menghadiri workshop yang diadakan di Makassar pada tanggal 9-10 Juli 2008 yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan meneliti, menemukenali proposal-proposal penelitian yang layak, dan membuka peluang untuk bermitra dengan akademisi Australia. Sembilan peneliti dari Australia juga berpartisipasi dalam workshop ini. Pertemuan ini juga membahas kemitraan dengan Ausindo Biocom yang berlanjut pada program bersama di tahun 2008.

Kegiatan berlanjut pada pertemuan JiKTI yang membahas dan menetapkan kegiatan-kegiatan strategis JiKTI serta memperkuat jaringan para peneliti hingga ke 12 propinsi di KTI. Pada saat itu juga diluncurkan 3 direktori, yaitu direktori peneliti KTI, direktori Lembaga penelitian KTI dan direktori hasil penelitian di KTI yang disusun bekerja sama dengan LIPI. Masih di tahun 2008, mailing list JiKTI diaktifkan dan hingga saat ini menjadi salah satu sarana komunikasi online jaringan ini yang telah beranggotakan kurang lebih 400 orang anggota jaringan dari berbagai institusi.

Tahun 2009 kembali JiKTI menggelar pertemuan koordinasi yang  ketiga. Pertemuan yang dihadiri oleh para Focal Point JiKTI dan juga perwakilan dari Forum Kepala Bappeda se KTI ini membahas tentangsinkronisasi penelitian dan perencanaan pembangunan daerah. Hasil pertemuan tersebut yang kemudian membawa keterlibatan JiKTI dalam memberi masukan pada diskusi Forum Kepala Bappeda termasuk pembahasan Buku 3 RPJMN pada dialog KOMPAS di Makassar dan Persiapan Pembahasan RPJMN.Pertemuan di tahun 2009 ini juga menghasilkan input dan rumusan dukungan JiKTI untuk persiapan Program Revitalisasi Sektor Pengetahuan untuk Kebijakan Pembangunan (RSPKP) yang dikembangkan oleh AusAID-Bappenas.

Dalam perjalanan selanjutnya, roda aktifitas JiKTI melambat dan cenderung stagnant. Hal ini disebabkan terutama oleh masalah kelembagaan JiKTI yang belum jelas struktur dan fungsinya serta keterbatasan sumberdaya. Dengan kondisi tersebut, muncul kesadaran untuk melakukan pembenahan internal guna mewujudkan visi untuk memberi kontribusi signifikan bagi percepatan pembangunan KTI yang berbasis pengetahuan sehingga JiKTI  perlu  direvitalisasi guna memperkuat  kapasitas kelembagaan  JiKTI. Peran dari setiap  elemen  JiKTI  (Focal  Point,  anggota,  sekretariat)  perlu dijabarkan  dan  ditegaskan  ulang.  Peran yang  akan  dijalankan  JiKTI  terhadap mitra-mitra  potensialnya  juga  perlu  dirumuskan  kembali.

Pada pertengahan tahun 2010 JiKTI mendapatkan pendanaan dari TAF untuk program Pengembangan Sektor Pengetahuan untuk Kebijakan yang merupakan kesempatan bagi JiKTI guna merevitalisasi tatanan organisasinya. Program yang berdurasi selama setahun ini bertujuan untuk penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas penelitian untuk kebijakan pembangunan. Di tahun 2011, didalam kerangka program Knowledge sector ini, JiKTI menghasilkan 3 (tiga) policy brief yang kemudian dipresentasikan pada simposium JiKTI yang pertama. Simposium yang bertema Penelitian untuk Rekomendasi Kebijakan ini berlangsung di bulan November 2011.

Tahun 2012 JiKTI kembali mendapatkan pendanaan dari TAF untuk fase kedua dari program  ini.Sebagai lanjutan dari dukungan Program Revitalisasi Sektor Pengetahuan AusAID yang dikelola oleh The Asia Foundation (TAF) pada periode Juni 2010 – November 2011 lalu, tahun ini JiKTI kembali mendapat dukungan dalam kerangka Bridging Program. Program dukungan pada tahun ini berdurasi hingga September 2012 dengan fokus pemantapan organisasi JiKTI dan bertujuan untuk menjembatani program sebelumnya dengan program lanjutan revitalisasi sektor pengetahuan di tahun 2013 mendatang.  

Dalam kerangka dukungan tahun ini atau disebut Bridging Program, JiKTI mendapat dukungan bersama dengan enam lembaga mitra/pusat studi lainnya. Dengan fokus pemantapan organisasi, melalui komitmen hibah pada periode tahun ini JiKTI akan berbenah untuk melakukan penataan, perbaikan dan penguatan kelembagaan sebagai pijakan untuk pengembangan organisasi jangka panjang. Kegiatan utama yang akan dilaksanakan adalah peningkatan kapasitas organisasi khususnya pemantapan perangkat organisasi JiKTI (strategic plan dan statuta JiKTI) serta peningkatan kapasitas anggota dan jaringan secara umum melalui penguatan sekretariat provinsi dan hubungan dengan Bappeda di wilayah masing-masing, pemberian research grant dan pelaksanaan Simposium JiKTI di akhir program.

Halaman Terkait: 
Indonesian
Tags: 

 

 

 

 

 
Focal point JiKTI

Perwakilan JiKTI di 12 Provinsi di Kawasan Timur Indonesia

M. Asril Arilaha, S.E., MM

Focal Point JiKTI – Provinsi Maluku Utara
Institusi: Fakultas Ekonomi Universitas Khairun Ternate.
E-mail : asril_arilaha@yahoo.co.id

 

Dr. Dra. Hetty Antje Geru, M.Si

Focal Point JiKTI – Provinsi Sulawesi Utara
Institusi: Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Utara
E-mail : hetty.sompie.geru@gmail.com

 

Dr. Ir. Roni Bawole, M.Si

Focal Point JiKTI – Provinsi Papua Barat
Institusi: Universitas Negeri Papua Manokwari, Papua Barat
E-mail : ronibawole@yahoo.com

 

Lisiard Dimara, S.Si, M.Si

Focal Point JiKTI – Provinsi Papua
Institusi: Kampus Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Cendrawasih, Papua
E-mail: lisiard_dmr@yahoo.co.id

 

Dr. Simon Pieter Soegijono, SE, M.Si

Focal Point JiKTI – Provinsi Maluku
Institusi: Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM Ambon)
E-mail: petersoegijono@gmail.com

 

Wilson M. A. Therik, SE, M.Si

Focal Point JiKTI – Nusa Tenggara Timur
Institusi: Institute of Resource Governance and Social Change (IRGSC) Indonesia
E-mail: wilsontherik@gmail.com

 

Prof. Dr. Ir. Takdir Saili, M.Si

Focal Point JiKTI – Provinsi Sulawesi Tenggara
Institusi: Fakultas Peternakan, Universitas Haluoleo
E-mail: takdir69@yahoo.com

 

Ir. Irwan Bempah, SP., MP

Focal Point JiKTI – Provinsi Gorontalo
Institusi: Lembaga Penelitian Universitas Gorontalo
E-mail: irwanbempah@yahoo.com

 

Muzakir Tombolotutu, SE, M.Si

Focal Point JiKTI – Provinsi Sulawesi Tengah
Institusi: Fakultas Ekonomi, Universitas Tadulako, Palu (UNTAD)
E-mail: muzakir.tombolotutu@gmail.com

 

Dr. Agussalim, SE, MS

Focal Point JiKTI – Provinsi Sulawesi Selatan
Institusi: Pusat Penelitian Pengembangan dan Kebijakan Manajemen (P3KM) Universitas Hasanuddin
E-mail: agus_jero@yahoo.com

 

Dr. Rusman, ST, SE, M.Si

Focal Point JiKTI – Provinsi Sulawesi Barat
Institusi: STIEM – Mamuju, Sulawesi Barat / Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR) – Majene, Sulawesi Barat
E-mail: rusmanali@yahoo.co.id