Saling belajar dalam meningkatkan kualitas program
dan bekerja sama menyelaraskan upaya pembangunan

Kegiatan

You are here

 » Workshop to Develop Bottleneck Analysis and Theory of Change on Birth Registration
Workshop to Develop Bottleneck Analysis and Theory of Change on Birth Registration
Sep
07

Akta kelahiran merupakan implementasi pemenuhan hak anak, yakni hak hidup dengan identitas diri. Hak beroleh identitas diri anak berkaitan erat dengan hak-hak lain seperti hak mendapatkan perlindungan dan hak tumbuh kembang.

Prosentase kepemilikan akta kelahiran anak pada tahun 2015-2016 mengalami peningkatan. Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dinas DUKCAPIL) berhasil merealisasikan 245,545 akta kelahiran bagi anak usia 0-18 tahun dari total jumlah anak 476,674, atau dengan tingkat kepemilikan 52%. Hingga Maret 2017 peningkatan kepemilikan akta kelahiran di Makassar, anak usia 0-18 tahun 65% dan anak usia 0-5 tahun mencapai 86%. Kenaikan tersebut disebabkan karena penerbitan kartu identitas anak yang disebut Kartu Anak Makassar setelah seorang anak mendapatkan akta kelahirannya. Registrasi kelahiran rutin dilakukan di kantor DUKCAPIL dan juga melalui unit mobile yang menargetkan orang-orang di tingkat Kelurahan.

Namun seiring dengan upaya peningkatan layanan akta kelahiran ini, masih ada kelompok anak-anak yang rentan dan memiliki akses terbatas ke pencatatan kelahiran.

Untuk mengetahui penyebab dari permasalahan di atas, maka perlu dilakukan pengkajian dengan menggunakan analisis sumbatan (Bottleneck Analysis) dan Teori Perubahan (Theory of Change). Dalam analisis sumbatan, terdapat faktor penentu utama yang memengaruhi terpenuhinya akta kelahiran bagi anak rentan dan dapat dikelompokan menjadi empat kategori: penyedia layanan, kebutuhan layanan, kualitas layanan, dan lingkungan pendukung. Setelah melakukan analisa sumbatan maka dibuat struktur dasar dari model logika program dengan menentukan/ mendefinisikan ulang dampak atau sasaran utama terlebih dahulu di bagian atas lembar ToC. Kemudian semua sumbatan yang telah ditemukan ditempatkan di bagian bawah lembaran. Selanjutnya secara berurut dirinci strategi / tindakan yang dilakukan, output yang diharapkan dari strategi tersebut dan bagaimana hasil serta dampaknya. Pemahaman yang baik terhadap faktor penentu perubahan tersebut akan membantu proses perumusan program yang efektif untuk pemenuhan akta kelahiran anak rentan.

UNICEF dan BaKTI bermaksud melaksanakan lokakarya untuk memfasilitasi Dinas Dukcapil Kota Makassar dan Dukcapil Kabupaten Gowa guna menganalisis dan mengidentifikasi sumbatan serta permasalahan dalam rangka peningkatan layanan akta kelahiran anak di kota/kabupaten tersebut.

Hari / Tanggal Kegiatan:
Mulai tanggal 7-8 September 2017

Lokasi Kegiatan: di Makassar
Contact Person: Hamsah: Email hsinring@yahoo.com

Tanggal Kegiatan: 
7 Sep 2017