• itaibnu
  • 03 October 2022

Diskusi Live Instagram @infobakti Inisiatif Cerdas dan Inovasi Pembangunan

No Child Left Behind
Tanggal 23 Juli kita peringati sebagai hari anak nasional. Tahun ini tema hari anak nasional Indonesia adalah “Anak terlindungi, Indonesia Maju”. Ketika berbicara tentang pembangunan untuk anak Indonesia sejatinya kita berbicara tentang semua anak yakni anak dan anak berkebutuhan khusus. 

Saat ini, jumlah anak berkebutuhan khusus (ABK) meningkat tiap tahunnya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperkirakan bahwa hampir 70% anak berkebutuhan khusus tidak memperoleh pendidikan yang layak. Data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2017 menyebutkan bahwa jumlah anak berkebutuhan khusus (ABK) di Indonesia adalah sebanyak 1,6 juta orang. Artinya, satu juta lebih ABK belum memperoleh pendidikan yang penting bagi kehidupannya. 

Diskusi Instagram Live edisi Juli 2022 menghadirkan Ibu Zaenab Pontoh, ia adalah Pembina Yayasan KBS yang berkedudukan di Makassar. Diskusi siang itu diikuti sekitar 30an peserta dari beberapa wilayah di Indonesia Timur dan Barat dengan latar belakang yang berbeda. KBS atau Klub Belajar Sipatokkong adalah sebuah komunitas yang fokus pada pendampingan dan pendidikan anak berkebutuhan khusus. Kelompok Belajar Sipatokkong lahir pada Desember 2016. Pemikiran yang mendasari penamaan organisasi ini adalah keinginan untuk berkumpul dan belajar bersama.

Komunitas ini terdiri orang-orang yang memiliki keinginan, minat, serta ketertarikan yang sama, yaitu memberikan pendampingan, terapi, edukasi, serta penguatan kepada ABK yang berasal dari Keluarga Prasejahtera.

1

Love Culture Save Nature
Dyah Kusuma, sejak 2009 telah menginjakkan kaki, mengekplorasi budaya di Halmahera Barat, dan langsung jatuh cinta pada Jailolo sebagai bagian dari perjalanan hidupnya, dimulai dengan membuat Festival Teluk Jailolo bersama Pemerintah Daerah.

Selama 13 tahun, Dyah Kusuma menyalurkan kecintaannya terhadap budaya yang ada di Halmahera Barat, melalui berbagai aktifitas untuk mengangkat budaya, bersama komunitas lokal, dalam berbagai aktivitas kreatif, seperti Theater Kuliner 7 Suku di Gorngofa Idamdehe, mengangkat motif tenun dari Suku Sahu, melalui pagelaran tenun “Singkap Motif Sahu”, bersama Komunitas Limau Jiko berkolaborasi dengan Dian Oerip, dan juga berbagai diplomasi budaya baik di dalam negeri maupun di luar negeri. 

Kecintaannya terhadap budaya Halmahera Barat, membuat Dyah Kusuma memutuskan untuk  menetap di Halmahera Barat, dan membangun sebuah pusat pembelajaran rempah-rempah yang dinamakan Limau Jiko Spice Creative Center. Dalam diskusi yang berlangsung pada Jumat tanggal 26 Agustus 2022 selama satu jam, Dyah menceritakan proses awal ia berinteraksi dengan Jailolo hingga giat berkegiatan dalam bingkai Limau Jiko dalam menggali dan melestarikan budaya lokal hingga dapat berkontribusi pada kemajuan budaya dan ekonomi wakga setempat. 

1

Videoge, Creative Hub Anak Muda Labuan Bajo
Videoge merupakan ruang ekspresi dan mandiri ataupun saluran yang mengutamakan praktik kolektif dan laboratorium kreativitas dalam produksi dan kearsipan pengetahuan; penciptaan karya, inisiasi pagelaran dan kewirausahaan bersama berupa audio-visual dan buletin/zine melalui diskusi, menonton video, pameran, aktivitas musik, piknik serta beragam kegiatan kolektif lainnya. 

Videoge diinsiasi sejak 2016 dan diwujudkan pada tahun 2019. Videoge mulanya ide untuk penamaan kanal distribusi serial video yang diinisiasi pada 2016. Namun berkembang menjadi wahana mandiri sebagai warga [muda] belajar, kolektif seni dan multimedia yang mengandalkan praktik kolektif-kolegial, kreasi dan program produksi pengetahuan berbasis kewargaan.

Sebagai komunitas yang memposisikan dirinya sebagai “laboratorium kreativitas” dalam reproduksi dan pengarsipan pengetahuan lokal, Kolektif Videoge mewujudkan proses belajar mereka dengan cara yang unik: produksi audio-visual.

Pada tanggal 30 September 2022, salah satu founder kolektif Videoge hadir dalam ruang diskusi Live Instagram @infoBaKTI, ia adalah Aden Firman. Aden menceritakan proses awal Videoge berkarya dengan mengusung model kerja kolektif bersama masyarakat local, anak muda dan berjejaring dengan komunitas sejenis yang ada di luar Labuan Bajo.  

1

Rekaman masing-masing diskusi dapat anda tonton kembali di IG TV @infoBaKTI pada link berikut:
https://www.instagram.com/infobakti/channel/
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda sedang menjalankan atau mempunyai informasi terkait inisiatif cerdas ataupun inovasi yang ingin anda bagi ke Sahabat BaKTI melalui media kami, sila hubungi email: info@bakti.or.id