• itaibnu
  • 14 July 2020

Kabar Baik dari Praktik Cerdas

Periode April - Juni 2020 adalah masa dimana pandemi COVID 19 mulai dirasakan juga di Indonesia termasuk di wilayah-wilayah dimana praktik cerdas berada. Berbagai penyesuaian dan adaptasi dilakukan para praktisi guna tetap eksis berkegiatan. Berikut beberapa informasi update dari praktik cerdas tersebut: 

Portal Analisis Data Berbasis Peta (PANADA) di Kota Manado, Sulawesi Utara

PC

Terkait pandemi COVID-19 saat ini, dalam sistem PANADA Lini menyajikan data titik-titik sebaran tempat cuci tangan. Di masa pandemi ini, Walikota Manado mewajibkan 53 perangkat daerah dan tiap lingkungan yang berjumlah 504 menyiapkan tempat cuci tangan, data sebarannya di masing-masing lingkungan ini juga didata dan ditampilkan karena menjadi fasilitas layanan kota untuk pencegahan penyebaran COVID-19.
Saat ini juga sedang dikembangkan program Kelurahan Cerdas di mana setiap kelurahan yang mengelola Dana Kelurahan sejak tahun 2019 program dari pemerintah pusat didata dan  dipantau terkait perkembangan visi keuangannya kemudian ditampilkan dalam PANADA.
Pemanfaatan terbaru dari PANADA juga terkait kesehatan reproduksi perempuan melalui Program PANADA tanpa IVA (deteksi dini kanker serviks) bekerjasama dengan PKK di tingkat puskesmas dengan mendata ibu-ibu yang telah melakukan pemeriksaan IVA.

Pertanian Alami Salassae di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan
Petani di Komunitas Salassae selama pandemi tetap bekerja. Pandemi disikapi sebagai tantangan untuk tetap melakukan pelayanan terhadap sesama petani anggota dan warga desa. Mereka tetap membuat perencanaan dan memastikan kegiatan pertanian tetap jalan. Meski demikian, kegiatan komunitas tetap sesuai dengan standar anjuran pemerintah seperti pembatasan sosial, tidak berkerumun, menjaga jarak, memakai masker serta mencuci tangan. 
Selain itu, organisasi juga mengumpulkan dana diantara sesama anggota dan menyalurkannya ke kelompok lain sebagai modal awal pinjaman tanpa bunga selama setahun. Hal ini untuk mengantisipasi agar tetap ada kegiatan ekonomi. Kerjasama juga dilakukan dengan komunitas petani alami di desa lain seperti dari petani Alami Serikat Petani Butta Toa di Bantaeng yang anggotanya didominasi oleh kaum muda Bantaeng. 
Di masa pandemi ini petani tidak menggunakan disinfektan tetapi menggunakan mikroorganisme yang sifatnya baik untuk mengalahkan virus maupun bakteri jahat. Mikroorganisme lokal yang selama ini menjadi mitra kerja petani Salassae, diharapkan mampu menaklukkan virus dan bakteri jahat tersebut.

SAIK/SAID di Papua dan Papua Barat

PC

Sistem Administrasi Informasi Kampung (SAIK) dan Sistem Administrasi Informasi Distrik (SAID) adalah praktik cerdas yang didokumentasikan dan dipromosikan BaKTI pada Festival Forum KTI VIII tahun 2018. Di fase ke 2 pelaksanaan program KOMPAK- LANDASAN dimana SAID/SAIK dikerjakan di Papua dan Papua Barat, sejumlah 96 kampung telah memiliki dan memanfaatkan data SAIK dengan total 212 kader aktif yang tersebar di delapan kabupaten di Papua dan Papua Barat  yaitu Manokwari Selatan, Sorong, Fakfak, Kaimana, Jayapura, Nabire, Asmat dan Boven Digoel.
Untuk semakin menyempurnakan sistem informasi yang sudah ada, saat ini tengah dilakukan pemutakhiran data SAIK di 8 kabupaten wilayah program. Dengan nama baru yaitu SAIKPlus untuk Provinsi Papua Barat dan SIOPapua (Sistem Informasi Orang Papua) untuk Provinsi Papua, sistem database ini akan mengalami penyesuaian dengan teknologi saat ini. Hal tersebut memungkinkan pemerintah daerah untuk mengintegrasikan SAIKPlus dengan sistem informasi elektronik lainnya di daerah dan memungkinkan pemerintah daerah untuk memodifikasi fitur aplikasi sesuai kebutuhan daerah di masa yang akan datang. Selain itu, juga ada penambahan variabel data yang dibutuhkan oleh pemangku kepentingan, terutama untuk agregasi data OAP (Orang Asli Papua) data agregat tersebut nantinya dapat diakses dari satu sistem saja dengan memilih berdasarkan kampung, distrik/kecamatan, kabupaten atau provinsi.
Terkait pandemi, data SAID/SAIK di Manokwari Selatan, Papua Barat digunakan sebagai indikator verifikasi calon penerima bantuan sosial COVID-19. Data SAIK yang memuat data kependudukan serta kondisi sosial dan ekonomi masing masing penduduk dinilai sangat membantu proses penentuan calon penerima bantuan sosial. Selain itu, data SAIK yang dikumpulkan dan dikelola sendiri oleh kader kampung, bagi sejumlah pihak dinilai sebagai salah satu faktor keakuratan data.
 

Komunitas Lakoat.Kujawas di Mollo, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur

PC

Selama masa pandemi, kegiatan rutin berupa Mnahat Feu Heritage Trail  dihentikan sementara sejak bulan Februari 2020. Mnahat Feu yang berarti makanan baru yang dilaksanakan sebagai bagian dari perayaan musim panen di Mollo kemudian diubah bentuknya menjadi Pasar Online Mnahat Feu. Hal ini dalam rangka merespon pembatasan sosial yang berdampak ke kegiatan ekonomi kreatif/usaha sosial komunitas. Pasar Online ini menyajikan makanan dan minuman produksi komunitas untuk publik di Kapan dan SoE NTT. Adapun produk-produk yang ditawarkan seperti aneka olahan pangan lokal, minuman, penganan, sambal, kopi dan lainnya.