• adminbakti
  • 14 April 2023

Pertemuan Koordinasi Program BangKIT di Sumba Barat Daya, Provinsi NTT

Yayasan BaKTI yang didukung Pemerintah Jepang melalui Japan Social Development Fund (JSDF) akan segera memulai Program Pengembangan Penghidupan Masyarakat yang Inklusif di Perdesaan Kawasan Timur Indonesia (Program BangKIT). Program yang diadministrasi oleh Bank Dunia ini bermitra dengan pemerintah desa dan kabupaten di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku, dan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Memulai kunjungan di Tambolaka, pada Senin 11 April 2023 di Ruang Kepala BAPERIDA (Badan Perencanaan,  Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya), Yayasan BaKTI bertemu dengan kepala BAPERIDA, Bapak drh. Oktavianus Dapadeda, M.Si. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan Program BangKIT sekaligus memperkenalkan anggota tim. Pertemuan ini juga sekaligus membahas persiapan untuk pertemuan koordinasi keesokan harinya yang akan dibuka oleh Bupati Sumba Barat Daya. Koordinasi persiapan dilakukan bersama BAPERIDA sebagai OPD yang ditugaskan Bupati sebagai penanggung jawab pelaksanaan Rapat Koordinasi Program BangKIT.

Dengan didampingi oleh Kepada BAPERIDA, tim BangKIT melanjutkan kegiatan dengan melakukan audiensi dengan Bupati Sumba Barat Daya Bapak Dr. Kornelius Kodi Mete untuk memperkenalkan Program BangKIT yang akan dijalankan di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Keesokan harinya, Selasa 12 April 2023, diadakan rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya. Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mengkoordinasikan rencana pelaksanaan program BangKIT kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya, mengidentifikasi desa-desa target implementasi, serta untuk memprakarsai pembentukan forum koordinasi atau kelompok kerja pemerintah kabupaten untuk peningkatan penghidupan berkelanjutan masyarakat di tingkat kabupaten.

Berlangsung di Ruang Weekuri, Hotel Sinar Tambolaka Sigafua, Tambolaka, Sumba Barat Daya Provinsi  Nusa Tenggara Timur, rapat koordinasi dihadiri oleh Bupati, Bapak dr. Kornelius Kodi Mete, didampingi oleh Sekda, Bapak Fransiskus Marthin Adilalo, S.Sos., dan Deputi Direktur Eksekutif Yayasan BaKTI, Ibu Zusanna Gosal. Sebanyak sepuluh Kepala Dinas dan Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kesatuan Pengelolaan Kawasan Hutan, Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur, menghadiri rapat koordinasi ini.

Dalam sambutannya, Bupati Sumba Barat Daya menyampaikan bahwa Program BangKIT sejalan dengan program prioritas pembangunan SBD yang dinamakan 7 Jembatan Emas yang juga berbasis desa yaitu Desa Bercahaya, Desa Berair, Desa Cukup Pangan, Desa Sehat, Desa Cerdas, Desa Tenteram, dan Desa Wisata. Secara khusus Bupati Sumba Barat Daya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Jepang dalam hal ini JSDF, juga kepada Bank Dunia yang telah menjadikan Sumba Barat Daya sebagai wilayah Program BangKIT.  Bupati Sumba Barat Daya berharap Program BangKIT ini dapat membantu pemerintah daerah mempercepat pelaksanaan mandat dari Inpres Nomor 4 tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab mengenai Program BangKIT. Diskusi ini dipimpin oleh Koordinator Program BangKIT, Bapak Ricky Djodjobo. Dalam diskusi juga dibahas kriteria penentuan desa lokasi program sekaligus seleksi desa secara partisipatif. Rapat koordinasi diakhiri dengan pembahasan kebutuhan akan adanya forum koordinasi atau kelompok kerja kabupaten yang kelak akan mendukung pelaksanaan dan evaluasi Program BangKIT.  Total peserta yang hadir dalam pertemuan koordinasi ini adalah sebanyak 34 orang yang terdiri dari 26 peserta laki-laki dan 8 orang peserta perempuan.


Audiensi Tim Program BangKIT dengan Bupati Sumba Barat Daya


Koordinator Program BangKIT bapak Ricky Djodjobo memberikan gambaran umum program BangKIT di hadapan peserta pertemuan koordinasi