• itaibnu
  • 27 February 2020

Diskusi Buku "Kepada Jauh Yang Dekat"

Perpustakaan pada umumnya berisi buku-buku dan materi-materi publikasi sebagai sumber ilmu pengetahuan dan informasi yang sangat bernilai dan berguna. Selayaknya karena merupakan gudang pengetahuan, perpustakaan menjadi tempat yang banyak dikunjungi. Kesan perpustakaan sebagai tempat yang kaku, sunyi dan tidak menarik coba untuk dipatahkan dengan membuat event-event menarik setiap bulannya. Untuk bulan Januari 2020, kegiatan yang diadakan adalah kelas diskusi buku “Kepada Jauh Yang Dekat”. Buku ini adalah kumpulan essai yang ditulis oleh Arief Balla yang berisi pengalamannya selama dua tahun menuntut ilmu di Amerika Serikat melalui beasiswa Fullbright. Pada kesempatan ini, Arief berkesempatan memaparkan isi buku dan alasan-alasannya untuk menyusun buku tersebut. Sesi kedua adalah tanya jawab. Sesi tanya jawab sendiri terbagi dalam 3 sesi dengan jumlah total peserta yang bertanya adalah 7 orang. Peserta berasal dari beberapa golongan yaitu mahasiswa, NGO, media dan dari kalangan akademik. Total peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah 17 orang.

Salah satu pertanyaan dari peserta seperti: “Kenapa nilai-nilai yang sebenarnya ada dalam nilai-nilai budaya dan agama itu prakteknya banyak ditemui di negara-negara Barat yang bahkan tidak percaya Tuhan?”. Pertanyaan ini diajukan oleh Ibu Lusia Palulungan Program Manager BaKTI MAMPU.
 
Juga ada sebuah permintaan yang diajukan salah satu peserta yakni Ibu Sustriani Tahir, Aktivis Perempuan Sulsel terkait permintaan membuat buku khusus yang mendalam untuk membahas bahwa bukan hanya ada perempuan murahan tetapi juga laki-laki murahan (salah satu tulisan dalam buku ini).

Diskusi buku ini diakhiri dengan pembagian Doorprize berupa dua buah buku Kepada Jauh Yang Dekat untuk dua peserta yang bertanya. Pembagian doorprize ini dibuat untuk mendorong keaktifan peserta pada saat diskusi.