• itaibnu
  • 04 November 2021

Penguatan Database Layanan Limbah Domestik UPT PALD Provinsi Sulawesi Selatan

Pencemaran lingkungan akibat limbah domestik akan terus menerus terjadi jika lumpur tinja tidak dikeluarkan dari tangki septik baik secara terjadwal ataupun tidak terjadwal. Untuk mencegahnya maka pemerintah kabupaten dan kota diwajibkan (PP. Nomor 2/2018 Tentang Standar Pelayanan Minimal) menyediakan layanan penyedotan lumpur tinja di tangki septik secara terjadwal ataupun tidak terjadwal. 

Namun, layanan dasar tersebut menghadapi banyak tantangan seiring bertambahnya penduduk dan berkembangnya kawasan permukiman khususnya di kawasan perkotaan antara lain, minimnya perencanaan dan penyusunan database sanitasi yang  menyajikan data sanitasi air limbah yang komprehensif.  Terlebih lagi, data-data pelanggan atau penerima layanan limbah domestik UPT PALD masih banyak dicatat secara manual dan sulit diperbarui. 

3

Guna mendukung ketersediaan data layanan limbah domestik bagi tujuh (7) UPT PALD kabupaten/kota di Sulsel yang sudah mengoperasionalkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S), maka Unicef melalui Yayasan BaKTI bekerjasama Pokja AMPL Provinsi dan didukung Dinas PU Makassar, dan Forkalim menggelar lokakarya penguatan database layanan limbah domestik.

Lokakarya digelar 2-3 November di Hotel Swis-Bellinn Panakkukang Makassar disambut dan dibuka oleh Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Andi Darmawan Bintang MDevPlg.  

Di depan 24 peserta dari unsur kepala UPT PALD, Kabid Cipta Karya, dan spesialis data  yang berasal dari  kabupaten/kota pelaksana SPALD-S, Palopo, Sidrap, Pinrang, Parepare, Soppeng, Barru dan Sinjai, Andi Darmawan Bintang meminta peserta untuk menyiapkan dan mengelola data sanitasi khususnya air llimbah dengan cara lebih maju sesuai tuntutan pekerjaan yang serba cepat saat ini. “Jadi saya berharap peserta melalui kegiatan ini kita dapat mengerjakan pendataan  dan mengelolanya secara cepat, terpercaya dan lebih maju. Dengan data  yang baik kita mudah merencanakan dan mengukur hasil pekerjaan kita.”paparnya.   

5

Selama dua hari peserta dimentori oleh tim spesialis data UPT PALD Makassar dan Gresik, Jatim. Mereka dilatih menggunakan instrumen sensus tangki septik yang menjangkau banyak elemen data sanitasi limbah, merencanakan pendataan, menyiapkan enumerator, bersimulasi mengerjakan sensus tangki septik secara real time via google form, menyiapkan pangkalan data masing-masing UPT-nya di google drive, serta mengerjakan upgrade dan penginputan data pelanggan layanan limbah domestik mereka secara online. 

“Hasil lokakarya ini betul-betul bermanfaat bagi kami. Kami sudah dapat mengerjakan sensus tangki septik secara cepat berbasis android dan data langsung kami dapat simpan dan sudah langsung terolah lengkap dengan bacaan grafisnya dalam aplikasi.” Ungkap Hardiman Kepala UPT PALD Pinrang.  

Senada diungkapkan Rudi, PALD Sinjai. “Yang sangat membantu kami dari kegiatan ini, setelah kami dapat mengupgrade pengelolaan seluruh data pelanggan kami yang selama ini hanya kami kerjakan secara pencatatan manual saja.”