• itaibnu
  • 27 February 2020

”Sentuh Pustaka” Semua Membantu Menghidupkan Pustaka

Tahun 2017 Dinas Perpustakaan Kota Makassar melakukan inovasi pendataan dan pembinaan perpustakaan sekolah dengan konsep berbeda dengan nama “Sentuh Pustaka -Semua Membantu Menghidupkan Perpustakaan”. Sentuh Pustaka adalah suplemen dari kegiatan pembinaan perpustakaan yang menggabungkan beberapa unsur yakni unsur internal dari Tim Pembina Perpustakaan Sekolah dan unsur eksternal dari kelompok kerja pustakawan dan pegiat literasi, mitra/penerbit dan Pimpinan Lembaga/Kepala Sekolah.

Berangkat dari kekhawatiran rendahnya minat baca di Kota Makassar. Salah satu penyebab yang diidentifikasi karena kondisi perpustakaan yang kurang menarik dan tidak tertata. Kondisi yang jauh dari rasa nyaman menyebabkan pengunjung enggan menghabiskan waktu membaca di perpustakaan. Tim Sentuh Pustaka kemudian membongkar perpustakaan untuk di tata agar anak nyaman saat berkunjung. Semua sistem peminjaman dan pengembalian buku sudah terdata menggunakan komputer. Untuk membangun strategi sentuh pustaka yaitu meningkatkan komitmen dan dalam mengelola perpustakaan sudah diperkuat dengan  Perka (peraturan perpustakaan) seperti jumlah buku, jumlah rak dan penataannya. “Saat saya ke SMP 6, awalnya siswa menjawab ke perpustakaan karena ingin mendinginkan tubuh karena ada AC di sini tapi setelah di renovasi, kunjungan meningkat menjadi 200% - 300%. Disini sudah banyak buku bacaan (selain buku paket) dan prosesnya hingga 1 tahun. Kami juga memiliki juknis untuk mencatat apa saja yang dilakukan tim kami, mitra dan pimpinan sekolah. Harusnya sentuh pustaka hanya dilakukan 9 kali tetapi kenyataannya bisa berkali-kali tergantung volume buku. Kami tidak kerja sendiri, bahkan anak sekolah pun membantu saya.” Ujar Pak Tulus Wulan Juni sebagai Pustakawan dan Inovator Sentuh Pustaka saat Diskusi Inspirasi BaKTI yang digelar 20 Februari lalu di kantor BaKTI.

Hasil pendataan, sebanyak 826 Sekolah SD dan SMP yang terdaftar dan belum pernah dibina tahun 2017. Dari jumlah tersebut dengan adanya kegiatan Pembinaan Perpustakaan Sekolah sebanyak 300 (36,32%) perpustakaan sekolah telah terbina dan memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) hingga 2019. Sementara yang telah menerima program Sentuh Pustaka sebanyak 15 Sekolah (5%) dari sekolah yang telah terbina. Data dari Perpustakaan Nasional RI untuk Perpustakaan Sekolah yang telah memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) juga mengalami peningkatan pesat. Sebelumnya tahun 2014 hanya 46% Perpustakaan sekolah yang memiliki NPP tahun ini meningkat menjadi 73% Perpustakaan Sekolah yang memiliki NPP secara Nasional. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari sumbangsih dan pengaruh dari kegiatan Sentuh Pustaka.

Dinas Perpustakaan Kota Makassar tahun 2019 mengajukan 10 Perpustakaan Sekolah untuk akreditasi Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Sebelum terbentuk Dinas Perpustakaan Kota Makassar, baru ada 2 Perpustakaan Sekolah yang diakreditasi. Ini berarti dengan inovasi Sentuh Pustaka ada kenaikan 400% Sekolah yang memenuhi SNP yakni 7 Perpustakaan Sekolah SMP/MTs dan 3 Perpustakaan Sekolah SD/MI. Sekolah tersebut adalah Perpustakaan SMP Negeri 1 Makassar, SMP Negeri 6 Makassar, SMP Negeri 7 Makassar, SMP Negeri 10 Makassar, SMP Negeri 23 Makassar, SMP Negeri 26 Makassar, MTs Negeri 2 Makassar, SD Negeri Percontohan PAM Makassar, SD Inpres Unggulan PTN Pemda Makassar dan SD Inpres Paccerakang Makassar.

Hal ini diungkapkan oleh Amran Kudus, M.M, Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Beliau juga memaparkan beberapa layanan perpustakaan yang digagas adalah Perpustakaan keliling, Bursa buku murah (4 kali setahun tiap triwulan), Bedah buku terbitan daerah Makassar, Pameran perpustakaan dan Expo Buku, Pengelolaan dan penginputan koleksi perpustakaan, Pengelolaan e-library, Pengelolaan kartu perpustakaan, Monitoring dan evaluasi serta Workshop dongeng dan pelayanan perpustakaan.

Semua program ini berkontribusi langsung dengan peningkatan minat baca. Semua pengelola perpustakaan ikut serta. Dari semua layanan kegiatan, ada beberapa inovasi yang telah menembus di tingkat nasional seperti “Dongkel with mobile library”, Kartu Perpustakaan bisa PeDe, Sentuh Pustaka, layanan Kusuka dan magang mandiri. Kedepannya Dinas Perpustakaan akan membuat inovasi yaitu Bengkel Pustaka. Dongkel with Mobile Library masuk top 99 inovasi Nasional mewakili Makassar dalam Lomba Inovasi Pelayanan Publik tahun 2017. Kartu Perpustakaan bisa PeDe masuk Top 20 Inovasi Provinsi tahun 2018. Kartu ini dapat digunakan ke beberapa merchant yang bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan akan mendapatkan diskon saat membeli buku. Kartu ini dapat diperoleh di Dinas Perpustakaan. Selain itu kartu ini juga bisa ditunjukkan ke tempat bimbingan belajar untuk mendapatkan diskon. Untuk penerbit anda bisa menunjukkan kartu ke Erlangga.

Sentuh pustaka juga berhasil menjadi juara 1 top Innovative Mayor Award tahun 2019 yang diselenggarakan pemerintah kota Makassar. Berbicara tentang perpustakaan, tidak akan lepas dari koleksi buku. Saat ini di Dinas Perpustakaan juga telah memiliki koleksi mencapai 246.316 Judul dan eksemplar. Lalu jumlah pengunjung setiap tahun meningkat, di tahun 2019 dari target 644 ribu ternyata pengunjung mencapai 1.668.179 dan jumlah perpustakaan yang kami bina mencapai 342.

Dampak dari Sentuh Pustaka secara tidak langsung meningkatkan indeks Budaya Baca di Kota Makassar. Peningkatan tersebut ditunjang dari berbagai faktor diantaranya peningkatan layanan perpustakaan di berbagai jenis perpustakaan sehingga mendorong kegemaran membaca masyarakat. Berdasarkan survey Independen Tri Tunggal Sejaya angka budaya baca di Kota Makassar pada tahun 2016 berada di angka 39,45 % dan di tahun 2019 telah meningkat menjadi 45,07 %. Selain itu ada peningkatan jumlah pengunjung di masing-masing perpustakaan sekolah penerima program, misalnya di Perpustakaan SD Inpres Paccerakang.  Sebelum adanya program inovasi Sentuh Pustaka rata-rata kunjungan ke perpustakaan sekolah 15 orang/hari dan naik menjadi 45 orang atau 200% setelah tersentuh program. Begitu pula dengan sekolah lainnya yang rata-rata naik jumlah pengunjungnya setelah inovasi program Sentuh Pustaka. Inilah harapan dari program ini perpustakaan sekolah menjadi ramai dan dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah.

Saat ini, Program Sentuh Pustaka telah menyentuh hingga ke Kota Palopo. Di Palopo baru bisa menyentuh 1 sekolah karena keterbatasan SDM di mulai bulan Maret. Sentuh Pustaka juga telah menerima banyak permintaan melalui surat sampai whatsapp untuk membenahi perpustakaan.

Program inovasi Sentuh Pustaka selain berdampak pada kualitas perpustakaan sekolah juga ikut memberdayakan unsur ekternal yakni pustakawan dan pegiat literasi sebagai wadah berbagi dan menambah angka kredit khususnya Pustakawan. Begitu halnya mitra/penerbit sebagai sarana promosi untuk mendekatkan brand produknya kepada masyarakat. Inovasi Sentuh Pustaka merupakan kegiatan yang belum pernah dilaksanakan di daerah manapun di Indonesia. Beberapa daerah telah berkunjung dan mereplikasi inovasi ini serta menjadikan inovasi Sentuh Pustaka sebagai lokus/ visitor/ studi banding beberapa Peserta Diklat / Bimtek Perpustakaan yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional RI atau Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Kota Makassar. Untuk menjamin keberlanjutan Sentuh Pustaka maka pada tahun 2020, inovasi Sentuh Pustaka menjadi kegiatan tersendiri di Dinas Perpustakaan Kota Makassar.