Podcast Basuara

Podcast BaKTI berisi rekaman event dan wawacara untuk menyampaikan dan menyebarluaskan pesan dan informasi yang inspiratif  dari kawasan Timur Indonesia serta mempromosikan program, praktik cerdas yang dikelola oleh BaKTI

Silakan memilih podcast yang diinginkan
klik kiri pada file yang diinginkan untuk langsung memainkan
klik kanan untuk save

Pengabdian di Ujung Timur Indonesia: Menyeimbangkan Hidup dengan Menulis dan Memotret

Di episode kali ini, dr. Riyanti Windesi adalah seorang dokter spesialis anak yang bertugas di RS Selebesolu Sorong, hobi memotret dan melakukan perjalanan ke pelosok-pelosok wilayah terpencil, membuat buku foto dan menulis cerita anak bersama anak laki-lakinya yang bekerja sebagai ilustrator. 

Memiliki hobi fotografi, bersama suami menerbitkan Buku Edukasi/panduan "Birds of Raja Ampat" yang memotret lebih dari 100 burung yang ada di Raja Ampat. Baginya mendokumentasikan cerita yang beliau temukan dalam cerita anak menjadi pintu masuk bagi anak-anak Papua mengenal dunia luar dan budayanya.

Pengabdian di Ujung Timur Indonesia: Bekerja dengan Hati

Bagaimana tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di ujung Timur Indonesia? bekerja dengan penuh keterbatasan fasilitas, akses, terlebih saat pandemi melanda ujung timur Indonesia ini.

Episode terbaru Podcast Basuara menghadirkan dr. Riyanti Windesi Sp.A, seorang dokter spesialis anak yang bertugas di RS Selebesolu Sorong, berbagi cerita dan pengalaman menggeluti profesi dokter anak di berbagai daerah pelosok Papua Barat.

Kenapa mencintai Indonesia - Part 4

Dirgahayu Indonesia! Walau sedang berjuang melawan pandemi, kami bersyukur lahir dan bertumbuh di Indonesia yang damai.  

#hutri76 #harikemerdekaan #dirgahayuindonesia #podcastindonesia #podcastinklusif #podcastbasuara #podcast

Kenapa mencintai Indonesia - Part 3

Sahabat BaKTI punya beragam alasan kenapa mencintai Indonesia.. apa saja alasan mereka mencintai Indonesia?   

#HariKemerdekaan #HUTRI76 #Podcast #podcastbasuara #kawasantimurIndonesia

Kenapa Mencintai Indonesia - Part 2

Dirgahayu Indonesia! Walau sedang berjuang melawan pandemi, kami bersyukur lahir dan bertumbuh di Indonesia yang damai.  

#hutri76 #harikemerdekaan #dirgahayuindonesia #podcastindonesia #podcastinklusif #podcastbasuara #podcast

Kenapa mencintai Indonesia - Part 1

Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76, kami mengajak Anda mendengarkan bagaimana para Sahabat BaKTI mencintai Indonesia.  


#podcastbasuara #podcast #harikemerdekaan #HUTRI76 #Dirgahayu #Indonesia #IndonesiaTangguhIndonesiaTumbuh #IndonesiaTangguh #IndonesiaTumbuh

Menjadi Tuan Rumah yang Berdaya di Negeri Sendiri: Maju Bersama Petani Lokal Kelor

Stigma daun kelor sebagai makanan menengah ke bawah, sempat membuat Meybi mengalami penolakan saat pertama kali memasarkan produk olahan daun kelor.

Namun kini, Meybi Agnesya (Timor Moriga) dan petani kelor malah kewalahan memenuhi permintaan pasar yang meningkat sejak pandemi.

Menjadi Tuan Rumah yang Berdaya di Negeri Sendiri dengan Produk Lokal

Di episode kali ini, menghadirkan narasumber seorang wirausaha social dari Kupang, Nusa Tenggara Timur yaitu Meybi Agnesya Neolaka, CEO dan Founder Timor Moringa. Sebuah perusahaan bergerak meningkatkan kesejahteraan petani di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui inovasi produk daun kelor.  Timor Moringa menepis stigma yang selama ini melekat di masyarakat di NTT bahwa kelor itu identik dengan makanan orang miskin, dengan memproduksi berbagai varian kelor mulai dari coklat kelor, teh kelor hingga serbuk kelor yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Bambu untuk Masa Depan Indonesia - Bagian 3

Bagaimana bambu bisa mensejahterakan masyarakat? Yayasan Bambu Lestari memperkenalkan metode 333 model desa bambu. 

Bambu untuk Masa Depan Indonesia - Bagian 2

Seperti apa potensi bambu untuk industri di Indonesia? 

Simak perbincangan kami bersama Arief Rabik (Yayasan Bambu Lestari) mengenai konsep Hutan Bambu Lestari yang dapat menyokong beragam industri di masa depan melalui pemanfaatan bambu yang lestari.

Bambu untuk Masa Depan Indonesia - Bagian 1

Podcast Basuara kali ini mengangkat kegiatan pelestarian lingkungan hidup yang unik dari kawasan timur Indonesia. Salah satu di antaranya adalah Sekolah Lapang Bambu yang dikelola oleh Yayasan Bambu Lestari di Nusa Tenggara Timur.

Bambu telah banyak digunakan sejak jaman dahulu kala dan bahkan telah menjadi bagian dari budaya masyarakat di kawasan timur Indonesia. Selain manfaat ekonomi, bambu semakin dikenal dengan manfaat ekologisnya. Sekolah Lapang Bambu di Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu dari beberapa inisiatif besar yang dikembangkan oleh Yayasan Bambu Lestari karena mereka percaya bahwa pendidikan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat menjadi katalisator dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya dalam mitigasi perubahan iklim.

Serial podcast 'Bambu untuk Masa Depan Indonesia' bersama Arief Rabik dari Yayasan Bambu Lestari, mengangkat berbagai hal yang menjadi dasar terbentuknya Sekolah Lapang Bambu antara lain: nilai ekologis dan ekonomis bambu serta potensinya untuk upaya pelestarian lingkungan; bagaimana memanfaatkan bambu secara berkelanjutan; dan bagaimana memberdayakan masyarakat khususnya perempuan melalui pemanfaatan bambu dan pelestarian alam secara berkelanjutan.

Merajut Kebinekaan, Merawat Perdamaian

Indonesia dengan keberagaman suku, bahasa, budaya, adat istiadat merupakan suatu anugerah. Padu dan bersatunya perbedaan-perbedaan tersebut menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara yang paling kaya akan perbedaan dan keberagaman. Namun, sekaligus berpotensi mendatangkan konflik dan perpecahan yang mengakibatkan ketidakharmonisan bangsa dan negara.

Untuk itu, partisipasi masyarakat dalam mendorong kesadaran, kepedulian dan kemauan untuk menjaga perdamaian dan anti kekerasan haruslah senantiasa dibangun, dari tingkat nasional sampai ke akar rumput.

Di podcast Basuara kali ini, menghadirkan anak muda yang inspiratif Therry Alghifary (Direktur Bhinneka Tunggal Ika) yang akan berbagi cerita dan pengalaman merintis, menggerakkan, dan menjadi pelopor gerakan perdamaian dan anti kekerasan.
 

Saling Berdaya di Tengah Pandemi

Menghadapi pandemi COVID-19 setahun lalu, hampir semua orang merasakan berada di situasi yang bingung, ketakutan serta tidak tahu kita harus berbuat apa, apalagi untuk perempuan yang kelas menengah ke bawah yang memang menggantungkan kebanyakan menggantungkan hidupnya pada penghasilan suami, harus memutar otak agar kebutuhan rumah tanga tetap terpenuhi di saat suami sebagai pencari nafkah turut terimbas pemutusan hubungan kerja atau dirumahkan. 

Ruang Kolaborasi Perempuan turut merespons pandemi COVID-19 melalui program Support our Sisters merangkul memberdayakan perempuan-perempuan yang sudah, maupun yang belum ataupun sedang merencanakan kewirausahaan namun terhambat karena pandemi, dengan memberikan akses dan meningkatkan kemampuan perempuan berbekal potensi yang dimiliki untuk bangkit bersama. 

Setahun Pandemi: Laboratorium Biomolekular

Siapkah kita menghadapi pandemi-pandemi lainnya di masa depan?

Setahun pandemi COVID-19 membuka mata kita akan pentingnya laboratorium biomolekular. 

Setahun Pandemi: Gotong Royong Pendidikan

Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diberlakukan pemerintah selama masa pandemi COVID-19 menciptakan persoalan di khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan) yang tidak terjangkau sinyal televisi dan internet. 

Pihak sekolah terpaksa harus menerapkan kebijakan pembelajaran dari rumah dengan tetap menerapkan prokes ketat.  Di podcast Setahun Pandemi kali ini, menghadirkan cerita tentang gotong royong pembelajaran jarak jauh dari sebuah desa yang terpencil Desa Macang Pacar di Manggarai Barat, NTT. 

 

Setahun Pandemi - Virtual Tour with Iben Yuzenho

Pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak besar pada berbagai aspek kehidupan. 
Banyak sekali hal yang telah terjadi setahun ini saat kita justru lebih banyak berada di rumah.

Virtual Tour adalah salah satu dari sekian banyak keajaiban yang memungkinkan kita untuk bisa berwisata dari rumah selama masa pandemi.

Dalam episode ini kami hadirkan pengalaman keren di masa pandemi: Virtual Tour bersama Iben Yuzenho

Kawin Tangkap dan Perspektif Budaya Sumba

Masih berbicara mengenai Kawin Tangkap yang masih marak terjadi di Sumba. Kali ini di Podcast Basuara mengangkat cerita, pengalaman betapa praktik kawin tangkap ini tidak hanya merugikan pihak perempuan tetap juga pihak laki-lakipun turut menjadi korban. Ada praktik pemaksaan dari pihak keluarga untuk melakukan kawin tangkap walaupun laki-laki tersebut tidak menghendaki. Pada seri ini, menghadirkan tokoh adat dan tokoh masyarakat yang akan berbagi tentang bagaimana upaya mereka menghentikan praktik ini dan ini bukan tradisi maupun budaya orang Sumba. Diperkuat denna sharing kajian penelitian dari Komunitas SOPAN mengenai kawin tangkap dari multidimensi.

Kawin Tangkap dan Tradisi Sumba Bagian (2)

Masih merupakan kelanjutan diskusi sebelumnya, kali ini menekankan pada peran dan gerak bersama dari organisasi perempuan khususnya Komunitas Solidaritas Perempuan dan Anak Sumba (SOPAN) untuk saling bekerja sama menghentikan praktik kawin tangkap.

Kawin Tangkap dan Tradisi Sumba (Bagian 1)

Kawin tangkap sejatinya merupakan praktik yang terus berulang sehingga bagi sebagian masyarakat dianggap sebagai sebuah tradisi.  Benarkah praktik ini telah ada sejak dulu. Lalu, apakah yang salah? Mengapa praktik ini masih terus berlangsung?

Apa Katamu Tentang : Meneropong Kawasan Timur Indonesia

Episode pertama Meneropong Kawasan Timur Indonesia di podcast Basuara ini bercerita tentang pengalaman kami berkunjung ke daerah yang paling berkesan di kawasan timur Indonesia untuk pertama kalinya. Banyak hal yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya yang ditemui saat kami berkunjung ke Jayapura, Lanny Jaya, Sumba Timur, atau bahkan Makassar. Asumsi dan ekspektasi bisa jadi sangat berbeda dengan yang kami temui di tempat-tempat tersebut. Namun satu hal yang pasti, kami belajar banyak hal dari begitu setiap perjumpaan pertama tersebut.

Dalam episdoe ini: Luna Vidya, Ita Masita Ibnu, Victoria Ngantung

Inspirasi BaKTI : Perencanaan Penggunaan Lahan Berkelanjutan – inisiasi Kecamatan Rampi

Selama 2 tahun lebih Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama dengan Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP), Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif (SLPP) Tokalekaju  dan Perkumpulan Wallacea  melakukan inisiasi kegiatan Sustainable Land Use Planning (SLUP) atau Perencanaan Penggunaan Lahan Berkelanjutan (PPLB) di Kecamatan Rampi, yang bertujuan untuk mewujudkan penyusunan perencanaan pembangunan yang melibatkan partisipasi masyarakat khususnya dalam isu penataan ruang di Kabupaten Luwu Utara.  

Dari hasil SLUP ini antara lain bermanfaat dalam penyediaan peta wilayah administrasi desa yang berisi penataan perencanaan lahan desa serta batas desa yang disepakati oleh pemerintah setempat. Dari 6 desa yang ada di Kecamatan Rampi, 3 desa yang sudah memiliki berita acara kesepakatan batas administrasi desa. Sementara 3 lainnya masih dalam proses penyelesaian. Selain itu, membantu Pemerintah Kabupaten dalam penyediaan data yang detail baik spasial maupun sosial ekonomi dan budaya yang akan menjadi bahan untuk revisi RTRW Kabupaten dan masukan terhadap penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Rampi,  mendukung implementasi Perbub Luwu Utara No.35 Tahun 2014 Tentang Perencanaan Pembangunan Partisipatif. 

Inspirasi BaKTI "Merawat Semangat Perjuangan Perempuan"

Masyarakat Indonesia setiap tahun memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April. Kartini dikenal sebagai tokoh perempuan yang meletakkan dasar pemikiran baru untuk kaum perempuan Indonesia. Memaknai hari Kartini bukan hanya seremonial yang biasa dilakukan sebagian masyarakat namun yang lebih penting adalah bagaimana semangat emansipasi dan kebangkitan perempuan yang diperjuangkan Kartini bisa diwujudkan dalam tindakan dan perbuatan nyata bagi masyarakat.

Budaya patriarki yang masih kuat terjadi di masyarakat kita tentu berimplikasi terhadap berkurangnya aktivitas perempuan dalam kegiatan masyarakat. Namun seiring perkembangan waktu, peluang dan kesempatan bagi perempuan Indonesia di era reformasi dan globalisasi untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan semakin terbuka. Saat ini, sudah banyak perempuan Indonesia mengambil peran dalam pengabdian untuk masyarakat lewat berbagi inisiatif dan kegiatan.

Untuk mendengarkan sharing pejuang perempuan masa kini dari Sulawesi Selatan yang telah mengabdikan hidupnya buat masyarakat, maka Inspirasi BaKTI pada bulan April 2015 ini akan menghadirkan 3 perempuan tangguh dari Sulawesi Selatan. Ketiga pembicara tersebut adalah Ibu Nurhawang (aktivis perempuan di akar rumput), Ibu Andi Nurhanjayani (Anggota DPRD Kota Parepare) dan Mugniar Marakarma (Blogger, penulis).

Inspirasi BaKTI Gerakan Kembali Bersekolah - Program Inovasi Polres Mamuju

Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (Yayasan BaKTI) Makassar sebagai lembaga yang berfokus pada pertukaran pengetahuan akan mengadakan Diskusi Inspirasi BaKTI yang mengangkat topik ”Gerakan Kembali Bersekolah – Program Inovasi Polres Mamuju”.

Di tahun 2014, melalui Gerakan Kembali Bersekolah yang dilaksanakan oleh Polres Mamuju yang merupakan pilot project, telah berhasil mengembalikan sebanyak 175 anak putus sekolah kembali ke sekolah. Selanjutnya di tahun 2015 ini, kegiatan serupa akan kembali dilakukan dengan cakupan yang lebih banyak lagi.

Diskusi Forum KTI Wilayah Maluku Utara "Urgensi Peraturan Daerah Kota Ternate tentang Penayangan Pornografi dan Pornoaksi di TV Kabel"

Menjamurnya usaha TV Kabel di Kota Ternate tidak serta merta membawa pengaruh positif bagi masyarakat, karena isi siaran yang ditayangkan dapat mempengaruhi cara berpikir dan bertindak alias perilaku penonton terutama anak-anak. Ambil contoh penayangan film dewasa di beberapa channel yang tak lepas dari adegan ciuman, pelukan dan kekerasan dapat langsung ditonton di pagi, siang, atau malam hari tanpa kenal jam tayang. Asal nyalakan televisi, semua tontonan tersebut dapat langsung diakses. Bila tidak diatur jam tayang di TV Kabel, maka generasi muda Kota Ternate terutama anak-anak hanyalah menjadi peniru budaya yang patuh tanpa mengkritisi dan memahami dampak negatif bagi mereka di masa depan.

ENGLISH CLUB SMAN 1 GORONTALO : Cara Efektif Menggalang Minat Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

“English Club SMA Negeri 1 Gorontalo, Cara Efektif Menggalang Minat dan Gairah Berkomunikasi dan Berdebat dalam Bahasa Inggris”

Adalah Ade  Chandra  Kurniawan, S. Pd,  seorang guru pengganti Kelas X untuk pelajaran Bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Gorontalo yang terdorong bagaimana meningkatkan minat dan gairah belajar Bahasa Inggris di sekolah tersebut. Pada awalnya, Ade yang berlatar belakang guru Les Bahasa Inggris di berbagai tempat tertantang untuk mengembangkan program pembimbingan extra Bahasa Inggris di kelasnya mengajar. Dia kemudian direkrut menjadi Koordinator Tunggal Program pembimbingan tersebut.  Program ini mendapat support dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gorontalo dan guru-guru lainnya dan resmi menjadi program sekolah tersebut.