• adminbakti
  • 18 December 2023

Gala Sanitasi Aman: Kampanye Sanitasi Aman oleh Anak Muda untuk Semua

Highlight Kegiatan Program WASH UNICEF-BaKTI selama periode Oktober-Desember 2023

Gala Sanitasi Aman: Kampanye Sanitasi Aman oleh Anak Muda untuk Semua
Kegiatan kampanye tentang sanitasi aman bagi anak muda dirangkai sejak sekolmpok mahasiswa, 37 orang ( 3 laki-laki; 33 perempuan), dari Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UNHAS berpartisipasi dan bekerja sama dengan stakeholder pembangunan sanitasi aman Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, dan PMD di kabupaten Pinrang dan Sidrap, NGOs, dan konsultan pengelolaan air limbah domestik  sejak bulan September-November 2023.  

Di lapangan mereka bersama sanitarian, enumerator dan operator dari UPT PALD melaksanakan kegiatan inspeksi akses sanitasi rumah tangga (23-24 September dan 18-19 November). Mereka mencatat data dan informasi tentang sumber air minum, sarana sanitasi di rumah tangga khususnya closet, tangki septik dan layanan penyedotan tangki septik yang diakses. Mereka mendata  secara online lewat smart phone dengan  menggunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Air Limbah Domestik  (SIMPALD) Dinas Bimacipta Pinrang dan Dinas Biciptapera Sidrap.

Sebanyak 256 data rumah tangga  (138 di Pinrang dan 119 di Sidrap) yang tercatat langsung di pangkalan data SIMPALD dan dikelola sebagai pelanggan program L2T2 dan L2T3. Kedua Dinas tersebut menjadi penerima manfaat utama dari kegiatan tersebut. Saat ini di SIMPALD Sidrap tercatat 718 RT pelanggan L2T2, 1104 RT ikut program L2T3 dan calon pelanggan yang menunggu verifikasi status program yang dikuti. Sementara di SIMPALD Pinrang mengelola data 1.051 pelanggan L2T2, 1.018 L2T3 dan 130 RT menunggu verifikasi.

Selain membantu mengumpulkan data, mahasiswa juga aktif memberikan edukasi kepada RT tentang tangki septik yang kedap, jarak sumur dari tangki septik dan ancaman bakteri e.coli yag memicu banyak penyakit. Mahasiswa sendiri mendapatkan manfaat langsung tentang sistem penyelenggaraan sanitasi aman, pengetahuan baru tentang masalah sanitasi  di tingkat masyarakat, pengalaman observasi sistem pengolahan lumpur tinja di IPLT dan pengalaman kolaborasi dengan pemerintah stakeholder pembangunan sanitasi aman.

Mahasiswa masih melanjutkan kegiatan kampanye sanitasi aman di media sosial mereka. Mereka secara tim (bertiga dalam satu tim) membuat video sanitasi aman. Video mereka sebagai media kampanye sanitasi aman disebarkan melalui Reels Instagram mereka. Mereka mengajak dan menyadarkan semua yang dijangkau tentang pentingnya berbuat untuk hidup sehat dalam lingkungan yang sehat terbebas dari paparan bakteri e.coli dari lumpur tinja  dari tangki septik yang tidak kedap.

Kampanye sanitasi aman melalui media sosial juga memberikan ruang partisipasi mahasiswa dari universitas negeri dan swasta yang ada di Makassar. Program Studi Kesehatan Lingkungan FKM UNHAS mengundang keikutsertaan mahasiswa mereka dalam kegiatan kampanye sanitasi aman. Mereka juga membuat video sanitasi aman dan menyebarluaskan melalui Reels Instagram. Keselurhan tim mahasiswa yang melakukan kampanye sanitasi aman di media ssosial diapresiasi sebagai anak muda yang menjadi Duta Sanitasi Aman.

Event Kampanye Sanitasi Aman oleh Anak Muda untuk Semua yang bertajuk Gala Sanitasi Aman digelar sebagai puncak keseluruhan kegiatan kampanye sanitasi mahasiswa. Gelaran dikemas sebagai perayaan yang mnampilkan pameran mural foto dan poster sanitasi dan sudut literasi sanitasi, showing video sanitasi aman, talkshow sanitasi aman yang menampilkan anak muda (mahasiswa) sebagai narasumber, dan praktisi pembangunan sanitasi  dari USAID IUWASH Tangguh dan UNICEF  serta acara pengumuman juara terbaik dan favorit Duta Sanitasi Aman. Juara terbaik 1, dan 2,  berasal dari UNHAS, terbaik 3 dari Poltekkes Kesehatan Masyarakat Makassar. Sementara favorit 1 dan 2 dari UNHAS dan favorit 3 dari Universitas Patriarta.

Event tersebut diikuti oleh 215 peserta (164 perempuan; 51 laki-laki). Mereka dan terdiri dari  mahasiswa dan dosennya (unsur ketua prodi Kesmas dan Kesling dari 11 universitas dan sekolah tinggi ilmu kesehatan di Makassar yakni, UNHAS, UINAM, UMI, UPRI, STIK Makassar, UIT, Poltekes, Polkesmas, Patriarta, STIK Tamalanrea, dan Pancasakti. Peserta lainnya berasal dari unsur stakeholder pemerintah di provinsi, kabupaten dan kota, BPPW perwakilan Kementerian PUPR dan NGOs (USAID IUWASH Tangguh, USAID ERAT, Lemina, dan Perdik Sulsel).

Lokakarya Inspeksi Akses Sanitasi Rumah Tangga Berbasis Sistem Informasi Manajemen Air Limbah  Domestik (SIMPALD) Kabupaten Sidrap  
Tantangan penyediaan layanan air limbah domestik di Sidrap, setelah memiliki unit pelaksana teknis, UPT PALD, di bawah Dinas Biciptapera yakni  pelaksanaan program  layanan berkelanjutan yang disebut program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2). Jika masih terus terpaku pada layanan yang tidak terjadwal atau L2T3 maka pembangunan sanitasi aman masih sulit terlaksana.

Namun, realisasi kedua program layanan air limbah domestik tersebut  tidak bisa dikerjakan dengan baik jika unit pelaksana teknisnya tidak memiliki data  pelanggan dan calon pelanggan yang dikumpulkan melalui inspeksi calon pelanggan dengan verifikasi yang terpercaya. Pelanggan layanan ALD mencakup rumah tangga, kantor, bisnis (rumah makan dan hotel), dan Lembaga sosial seperti sekolah  atau pesantren.

Sebagai upaya berpartisipasi  untuk penyediaan data calon pelanggan layanan air limbah domestik  maka Yayasan BaKTI didukung oleh UNICEF bekerja sama dengan Pokja PKP provinsi dan kabupaten Sidrap untuk program WASH memfasilitasi pelaksanaan inspeksi akses sanitasi air minum dan sanitasi rumah tangga yang ada di wilayah klaster perkotaan dan pinggir kota Pangkajene Sidrap.

Kegiatan dilaksanakan di dalam kelas, Hadide Café and Room Meeting,  dan luar kelas kegiatan inspeksi akses sanitasi di tiga kelurahan yakni kelurahan Pangkajene dan Majelling di kec. Maritengngae serta kelurahan Macorawalie di kkec. Pancarijang. Jumlah pesertanya yang hadir sebanyak 31 orang (23 perempuan; 8 laki-laki), terdiri dari 13 mahasiswa, 9 sanitarian, dan 9 orang dari enumerator UPT PALD Dinas Biciptapera.

Kolaborasi ketiga pihak di atas dimaksudkan untuk membangun kesepahaman tentang penyelenggaraan sanitasi aman. Mereka melihat langsung sarana closet yang aman dan tangki septik yang kedap di rumah warga, menyaksikan sarana penyedotan, pangangkutan dan instalasi pengolahan lumpur tinja. Khususnya kesepahaman sanitarian Dinkes dan  Dinas Biciptapera. Sementara pihak mahasiswa mendapatkan pengalaman dan sumber belajar tentang praktik kegiatan pembangunan sanitasi aman.

Hasil: 
1.    Segenap 13 mahasiswa dan sanitarian berhasil menjangkau dan mengumpulkan 118 data rumah tangga yang nantinya yang langsung diserahkan atau dimasukkan ke dalam sistem data base SIMPALD  Dinas Biciptapera Sidrap. Data tersebut menjadi rujukan Dinas Biciptapera dan Dinas Kesehatan  untuk sosialisasi program layanan penyedotan lumpur tinja secara terjadwal atau tidak terjadwal.  
2.    Sealama kegiatan survey di lapangan,  mahasiswa aktif memberikan edukasti tentang model dan penggunaan tangki septik kedap serta ancaman bahaya jika tangki septik tidak kedap, berdekatan dengan sumur kurang dari 10 meter. 
3.    Mahasiswa dan sanitarian mendapatkan pengalaman dan wawasan baru dari lapangan tentang berbagai kondisi kontekstual akses sanitasi rumah tangga, masalah-masalah terkait sanitasi air limbah domestik. Demikian juga tantangan pembangunan sanitasi aman yang dijelaskan pada sesi refleksi siang pasca kunjungan survey di lapangan.
4.    UPT-PALD (Dinas Biciptapera) dan sanitarian (Puskesmas-Dinkes) mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan tersebut khususnya data yang terkumpul yang sudah masuk dalam sistem data base SIMPALD menjadi rujukan kegiatan progam mereka.  Dengan data itu mereka sepakat untuk mneyiapkan kegiatan sosialisasi layanan penyedotan lumpur tinja dari sebagian besar tangki septik yang disurvey belum pernah disedot lumpur tinjanya sejak pembuatannya. 
5.    Mahasiswa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman belajar kontekstual dengan mengunjungi  IPLT Patommo. Mereka melakukan observasi tentang proses pengolahan lumpur tinja dan mendapatkan penjelasan dari penanggung jawab UPT PALD tentang alur dan sistem penyelenggaraan sanitasi aman.

Aplikasi Sistem Informasi, Manajemen Pengelolaan Air Limbah Domestik (SIMPALD) Dinas BICIPTAPERA-UPT PALD Kabupten Sidrap

Tuntutan akselerasi penyelenggaraan sanitasi aman di kabupaten Sidrap semakin mendesak menyusul  pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah Domestik (UPT PALD) di bawah Dinas Biciptapera, awal 2023.  Seiring dengan pembentukan UPT PALD, pihak Dinas Biciptapera juga melaksanakan secara intensif survey tangki septik rumah tangga calon pelanggan layanan penyedotan lumpur tinja lewat program L2T3 maupun L2T2. Hingga saat ini sudah tersedia lebih kurang 4.000 data rumah tangga yang sudah dikumpulkan melalui survey, dan bersedia menajadi pelanggan layanan air limbah domestik atau penyedotan lumpur tinja.  Pada saat yang sama Dinas Biciptapera juga mendistribusikan 2.000 tangki septik kedap fabrikasi berstandar SNI yang diberikan oleh Kementerian PUPR melalui program Hibah Tangki Septik.  

UPT PALD sebagai satu unit pelaksana di mana semua SDM-nya adalah personil baru menghadapi sejumlah tantangan yang harus dijawab guna menyiapkan perencanaan dan pelaksanaan program penyelenggaraan sanitasi aman melalui program L2T3 dan L2T2.  Tantangan yang mendesak segera diselessaikan yakni pembekalan SDM khusus PALD yang baru agar mampu menjadi tenaga yang handal di bidangnya. Hal yang tidak kala pentingnya guna memastikan perencanaan dan implementasi kegiatan pembangunan sanitasi aman secara berkelanjutan adalah ketersediaan sistem database yang kuat dan terpercaya. Data-data yang disebutkan di atas membutuhkan pengelolaan dengan cara cepat dan aktual karena ke depannya semakin bertambah.

Ketersediaan sistem informasi manajemen data PALD menjadi satu kebutuhan vital bagi semua stakeholder PALD, pimpinan daerah sebagai regulator dan khususnya Dinas Biciptapera-UPT PALD selaku operator.

Guna mendukung  ketersediaan sistem informasi manajemen data PALD pembangunan sarana dan prasarana akses  sanitasi  serta layanan air limbah domesik berbasis data yang terpercaya,  Yayasan BaKTI didukung Unicef  memfasilitasi pembuatan Sistem Informasi Manajemen Air Limbah Domestik (SIMPALD). Aplikasi tersebut dikembangkan dalam Oktober-November, 2023.

Hasil: 
1.    Tersedia  aplikasi sistem informasi dan manajemen pengelolaan air limbah domestik (SIMPALD) yang dibuat dalam dua versi yakni versi Website dan versi Android. Aplikasi SIMPALD dapat diakses melalui subdomain http://simpald.sidrapkab.go.id/ dan  untuk versi android  tersimpan di server SIMPALD pada alamat http://simpald.sidrapkab.go.id/apk/app-ipal-1-0.apk

2.    Aplikasi SIMPALD saat ini sudah digunakan oleh stakeholder kunci pembangunan sanitasi: yakni (1) kepala Dinas Biciptapera dan unsur bidang terkait, yang berperan sebagai regulator PALD Pinrang, mampu menggunakan aplikasi SIMPALD dalam perencanaan dan monitoring penyelenggaraan pengelolaan air limbah domestik di Pinrang ; (2) tim data UPTD PALD mampu menjadi operator pengelola pelaksanaan survey tangki septik/ calon pelanggan LLTT secara daring dan langsung menerima data dari enumerator di lapangan; (3) operator IPLT/juga sebagai enumerator mampu menggunakan aplikasi SIMPALD untuk kegiatan l survey tangki septik/ calon pelanggan di lapangan.

3.    Fitur-fitur yang ada dalam aplikasi mencakup: Dashboard yang menunjukkan peta sebaran sanitasi berbasis Googlemap; navigasi yang mengarahkan untuk akes sejumlah menu data yakni. Data dan pelanggan program LLTT dan LLTTT yang dilengkapI Alamat byname, byaddress, bypicture, calon pelanggan, IPAL komunal dan sebarannya, profil IPLT, dan kegiatan program yang diagendakan.

4.    Aplikasi SIMPALD diterima secara resmi sesuai surat penerimaan oleh Dinas Biciptapera Sidrap per tanggal 23 November 2023.Lewat aplikasi SIMPALD, saat ini UPT PALD sudah mengelola dengan baik yaitu  terdaftar 718 RT pelanggan program L2T2, 1104 RT ikut program L2T3 dan calon pelanggan yang menunggu verifikasi status program yang dikuti. Dengan aplikasi tersebut, pemeritah kabupaten Sidrap sudah on the track untuk pembangunan sanitasi aman.  Melalui Dinas Biciptapera, berpotensi meningkatkan capaian pembangunan sanitasi aman secara terukur.

 

Berikut ini highlights kegiatan UNICEF-BaKTI untuk program Perlindungan Anak - OCSEA - SETARA pada periode Oktober-Desember 2023

Edukasi/sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender (KBG), serta Eksploitasi dan Kekerasan Seksual Anak di Ranah Daring (Online Child Sexual Exploitation and Abuse-OCSEA), serta pencegahan perkawinan anak oleh Forum Anak/Forum Gendre/Remaja kepada Teman Sebaya/Peer di Kabupaten Bone dan Wajo

Kegiatan edukasi oleh forum anak/remaja kepada teman sebaya dilakukan selama 1 bulan mulai tanggal 10 September sampai 10 Oktober 2023di Kabupaten Bone dan Wajo Sulawesi Selatan. Target penerima manfaat yaitu 3.000 orang, namun realisasinya melewati target yaitu 17.809 orang.  Kemudian edukasi yang dilakukan oleh peer ke peer lain dengan target 1.500 orang, tetapi target mencapai 5.201 orang.  Para peserta yang telah dilatih sebanyk 47 orang melakukan edukasi secara tidak langsung melalui media sosial.  Mereka juga menyiapkan media kampanye/sosialisasi. Misalnya dalam bentuk spanduk atau poster yang selanjutknya mereka unduh ke media sosial mereka.

Pembuatan media kampanye/sosialisasi
Dari 47 anak-anak komunitas terlatih (14 laki-laki dan 33 perempuan) yang secara aktif mempromosikan pencegahan OCSEA melalui platform media sosial dari akun individu dan juga organisasi mereka, mereka berhasil mendekati sekitar 17.809 teman sebaya di komunitas mereka dan komunitas luar. Mereka membuat sebagai e-poster, reels IG, cerita, video, konten TikTok, Facebook, dan kampanye media cetak yang ditempatkan di lokasi strategis seperti sekolah, kantor pemerintah daerah, area publik, pasar, dll. Para edukator mendokumentasikan foto spanduk mereka dan mereka mengunduk ke media sosial mereka.

Edukasi Teman sebaya/peer
Edukasi pencegahan OCSEA dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dilakukan oleh Forum Anak/Forum Gendre/Fasilitator anak kepada teman sebaya. Dari 47 orang anak remaja yang terlatih melakukan edukasi kepada teman sebaya yang ada di Kabupaten Bone dan Wajo. Target penerima manfaat yang menerima edukasi sebanyak 3.000 (tiga ribu orang). Kemudian dari penerima manfaat sejumlah 3.000 orang paling tidak menyebarkan kembali informasi kepada teman sebaya sejumlah 1.500 orang (seribu lima ratus orang) yang ada di Bone dan Wajo. 

Output kegiatan:

  •  Jumlah anak/remaja di Kabupaten Bone dan Wajo yang medapatkan informasi/pengetahuan melalui media sosial (IG, tiktok dan face book) sebanyak   17.809 orang. Di Kabupaten Bone sebanyak 5.752 orang yang terdiri dari likes 1.766 orang dan views sebanyak 3. 986 orang.  Sementara di Kabupaten Wajo, jumlah anak yang diedukasi secara tidak langsung yaitu12. 057 orang terdiri dari likes sejumlah 1. 333 orang dan view sebanyak 10. 724 orang. 
  • Jumlah anak yang mendapatkan edukasi secara tidak langsung yang dilakukan oleh teman sebaya kepada teman sebaya lainnya yang ada di Bone dan Wajo sebanyak 5.201 orang dengan rincian sebagai berikut: jumlah likes sebanyak 1. 494 orang, view sebanyak 3.707 orang

Finalisasi Buku Saku dan Modul Pencegahan, Penanganan OCSEA bagi orangtua/Pengasuh, dan Modul pencegahan OCSEA bagi Penyedia Layanan/Aparat Penegak Hukum (APH)

Sebagai upaya perlindungan anak dari eksploitasi dan pelecehan seksual anak di ranah daring (Online Child Sexual Exploitation and Abuse- OCSEA), Yayasan BaKTI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan didukung oleh UNICEF Indonesia telah menyusun modul dan buku saku OCSEA yang telah digunakan untuk penguatan pengetahuan, kapasitas orangtua/pengasuh, pemberi layanan/pekerja sosial, Aparat Penegak Hukum (APH). Modul dan buku saku pencegahan dan penanganan OCSEA melibatkan tim Departemen Sosiologi Fisip Universitas Hasanuddin sebagai jasa konsultan penyusun modul.

Proses Finalisasi Modul dan buku saku Pencegahan OCSEA (revisi dan final layout) dilakukan mulai bulan September-November 2023. Pada tahap keempat merupakan tahap akhir, dokumen modul maupun buku saku yang dalam versi final telah dilayout sehingga menjadi dokumen yang dapat didistribusi ke pihak terkait dalam bentuk soft file maupun hard copy/ print. Proses pengerjaan Layout modul dilakukan mulai tanggal 5 Juli- 30 November 2023. Modul dan buku saku sudah dapat diprint sesuai kebutuhan dan arsip program.

Dokumen Modul Pencegahan OCSEA dapat diakses melalui link ini

Buku Saku Pencegahan OCSEA melalui link ini
 

Edukasi pencegahan OCSEA bagi Guru-Guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pembinaan Anak Disabilitas/Cacat (YPAC) Makassar

Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pembinaan Anak Cacat/Disabilitas (YPAC) Anging Mammiri Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), saat ini membina sekitar 126 siswa (penyandang disabilitas). Kategori disabiltias para siswa seperti; tuna rungu (tidak dapat mendengar), tuna grahita (lambat belajar), down syndrome (kelainan genetik), tuna daksa (ketidaksempurnaan fisik),serta anak cerebral palsy (kelainan pada otak yang mempengaruhi kendali otak atas sistem saraf dan otot) dan anak autis (gangguan perkembangan saraf). Sekitar 126 siswa merupakan gabungan semua tingkatan sekolah, mulai dari siswa SD, SMP dan SMA. Jumlah guru yang mengajar sebanyak 20 orang.  Dari beragamnya jenis disabiltias yang dialami oleh para siswa maka kondisi ini menjadi rawan bagi anak-anak mengalami kekerasan, terutama kekekrasan seksual baik secara luring maupun daring.

Dalam rangka mendukung program yang mempromosikan Lingkungan yang Aman melalui Pendekatan Kesadaran dan Respons (Safe Environment through Awareness and Response Approach-SETARA) untuk mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender, perkawinan usia anak, eksploitasi dan pelecehan seksual anak secara online (Online Child Sexual Exploitation and Abuse-OCSEA) di Provinsi Sulawesi Selatan, maka UNICEF Indonesia melalui Yayasan BaKTI bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah melakukan Edukasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender (KBG), Eksploitasi dan Kekerasan Seksual Anak di Ranah Daring (OCSEA) bagi Guru-Guru SLB YPAC. Kegiatan ini diikuti oleh Guru-Guru dan tenaga pendidik. Jumlah pserta yang ikut sebanyak 15 orang (laki-laki 3 orang, Perempuan 12 orang) yang dilaksanakan di Makassar 24 November 2023. 

Poin materi yang disampaikan antara lain: 
1.    Data Pengguna internet.

  • 196.7 juta orang Indonesia terhubung dengan internet, hampir setengah dari jumlah tersebut mengakses internet melalui smartphone. 
  • Anak-anak di Indonesia menggunakan smartphone sebagai perangkat utama mereka di dunia daring/online
  • Kepemilikan smartphone dan penggunaan media sosial rentang usia 16–24 tahun mencapai 93,3% dan 90,7
  • 72% pengasuh adalah pengguna internet
  • 41% anak-anak dan remaja di Indonesia menyembunyikan usia sebenarnya di dunia maya

2.    Potensi risiko internet
3.    Implikasi Internet: 

  • 3 dari 10 anak mengalami eksploitasi dan kekerasan seksual online (ECPAT, DtZ 2020)
  • Indonesia termasuk dalam 10 negara teratas dengan kasus kekerasan seksual anak online tertinggi (sejak 2005)
  • Jejak pendapat U-Report 2019 terhadap 2.777 anak muda Indonesia usia 14-24 tahun, menemukan 45% mengalami cyberbullying; jumlah anak laki-laki sedikit lebih tinggi dari anak perempuan masing-masing sebesar 49% dan 41%.
  • Keberhargaan / kepercayaan diri anak ditentukan oleh bayaknya respons sosmed

4.    Bentuk-bentuk Eksploitasi dan Kekerasan Seksual Anak Online (OCSEA)
5.    Pesan kunci bagi Orang tua & Guru:
 

  • Keamanan online anak Anda penting. Tetapkan batasan yang jelas untuk apa dan kapan mereka dapat mengakses online. Manfaatkan akses dan pengaturan kontrol orang tua di perangkat anak Anda sekarang!
  • Hadir pada aktivitas anak diranah daring. Kenali teman online anak, lindungi anak dari predator seksual. Pastikan anakk nyaman untuk bercerita dengan orang tua
  • Penggunaan internet memiliki dampak positif dan negatif. Sangat penting bagi anak-anak dan remaja untuk mengetahui cara melaporkan ketika mereka melihat konten yang tidak pantas. Bicaralah dengan anak Anda tentang risiko berbagi gambar secara online.
  • Keterampilan mengasuh anak secara umum yang berlaku di dunia nyata juga berlaku saat online. Manfaatkan pengaturan akses dan kontrol orang tua di perangkat anak Anda untuk memfilter apa yang mereka akses di internet.
  • Bicaralah dengan anak Anda tentang apa itu 'informasi pribadi' - seperti alamat email, nama lengkap, nomor telepon - dan mengapa penting untuk tidak membagikannya kepada orang terutama yang tidak dikenal anak
                                                        

4.    Pertemuan Advokasi Keberlanjutan Pemanfaatan Modul Cegah Ocsea Dengan Tim Penyusun Modul Pencegahan OCSEA (Departemen Sosiologi Unhas)
Pertemuan koordinasi dan advokasi keberlanjutan materi dalam Modul Pencegahan OCSEA bertujuan untuk memastikan keberlanjutan pemanfaat modul dan materi untuk pencegahan di lingkup kampus terutama bagi mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN regular maupun mahasiswa baru Tingkat departemen, Fakultas atau universita.
Pertemuan ini dihadiri oleh UNICEF, Tim BaKTI dan Departemen Sosiologi Unhas, pada tanggal 11 Desember 2023 di Depatermen Sosiologi. Poin hasil pertemuan sebagi berikut: Penyampaian dokumen modul dan buku saku yang sudah tersedia dalam versi final dan sudah dapat diedarkan dalam versi soft file. Kemudian ada juga hal yang perlu difollow up oleh masing-masing pihak: antara lain
Yayasan BaKTI: 
Modul dan buku saku pencegahan OCSEA sudah dalam versi final siap diedarkan dalam bentuk file, namun masih perlu menambahkan Logo Unhas ke dalam modul
Departemen Sosiologi: 
a.    Materi OCSEA telah disampaikan/disisipkan pada matakuliah:
•    Tingkat S1: matakulia: Sosiologi Gender, Sosiologi Keluarga, Seminar masalah Sosia
•    Tingakt S2: Pranata Keluarga dan Gender
•    Telah dilaksanakan edukasi OCSEA  oleh DepartemenSosilogi melalui kegiatan pengabdian Masyarakat di Desa di Kabupaten Maros
b.    Peluang ke depan yang akan dilaksanakan oleh Departemen Sosiologi:
•    Program KKN Reguler di Departemen Sosiologi, tingkat Universitas (semua jurusan)
•    Program KKN Tematik: Tema akan disesuaikan 
•    Sosialisasi pencegahan OCSEA melalui kegiatan penerimaan mahasiswa baru baik tingkat departemen, fakultas, maupun Universitas. Di tingkat Unit kegiatan Mahasiswa, kelembagaan mahasiswa (Himpunan, senat, dan organisasi kemahasiswaan lainnya).
•    Isu terkait OCSEA akan disampaiakn ke LP2M/Lembaga Penelitian Unhas, agar isu OCSEA menjadi isu yang bisa diangkat dalam penelitian
•    Advokasi materi pencegahan OCSEA ke pengelola KKN tingkat universitas.
•    Menyampaikan ke Dekan Fakltas FISIPOL tekrait edukasi pada mahasiswa baru (MABA)
•    Tingkat departemen Sosiologi akan mengusulkan tema-tema terkait OCSEA dalam risetnya.
c.    Peluang ke depan bersama Tim SATGAS Pencegahan dan penanganan Kekerasan Seksual di univesitas
•    Menyampaikan ke tim SATGAS Pencegahan dan penanganan Kekerasan Seksual di univesitas tentang pentingnya dilakukan sosialisasi dan edukasi penerapan asesmen PSEA lembaga terutama dalam SATGAS itu sendiri. 

Spesialis Perlindungan Anak/Ibu Tria

•    Mengkoordinir/koordinasi tentang ISBN/nomor izin penerbitan secara online ke tim UNICEF di Jakarta. Untuk mempercepat proses ini tim Departemen Sosiologi dapat mengupayakan ISBN ini secepatnya dan membuat versi flip book. 
•    Koordinasi dengan PSGA UIN Alauddin untuk edukasi OCSEA di pesantren
 

Pertemuan Advokasi Keberlanjutan Pemanfaatan Modul Cegah Ocsea Dengan Tim Penyusun Modul Pencegahan OCSEA (Departemen Sosiologi Unhas)
Pertemuan koordinasi dan advokasi keberlanjutan materi dalam Modul Pencegahan OCSEA bertujuan untuk memastikan keberlanjutan pemanfaat modul dan materi untuk pencegahan di lingkup kampus terutama bagi mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN regular maupun mahasiswa baru Tingkat departemen, Fakultas atau universita.
Pertemuan ini dihadiri oleh UNICEF, Tim BaKTI dan Departemen Sosiologi Unhas, pada tanggal 11 Desember 2023 di Depatermen Sosiologi. Poin hasil pertemuan sebagi berikut: Penyampaian dokumen modul dan buku saku yang sudah tersedia dalam versi final dan sudah dapat diedarkan dalam versi soft file. Kemudian ada juga hal yang perlu difollow up oleh masing-masing pihak: antara lain

Yayasan BaKTI: 
Modul dan buku saku pencegahan OCSEA sudah dalam versi final siap diedarkan dalam bentuk file, namun masih perlu menambahkan Logo Unhas ke dalam modul
Departemen Sosiologi: 
Materi OCSEA telah disampaikan/disisipkan pada matakuliah:
•    Tingkat S1: matakulia: Sosiologi Gender, Sosiologi Keluarga, Seminar masalah Sosia
•    Tingakt S2: Pranata Keluarga dan Gender
•    Telah dilaksanakan edukasi OCSEA  oleh DepartemenSosilogi melalui kegiatan pengabdian Masyarakat di Desa di Kabupaten Maros
Peluang ke depan yang akan dilaksanakan oleh Departemen Sosiologi:
•    Program KKN Reguler di Departemen Sosiologi, tingkat Universitas (semua jurusan)
•    Program KKN Tematik: Tema akan disesuaikan 
•    Sosialisasi pencegahan OCSEA melalui kegiatan penerimaan mahasiswa baru baik tingkat departemen, fakultas, maupun Universitas. Di tingkat Unit kegiatan Mahasiswa, kelembagaan mahasiswa (Himpunan, senat, dan organisasi kemahasiswaan lainnya).
•    Isu terkait OCSEA akan disampaiakn ke LP2M/Lembaga Penelitian Unhas, agar isu OCSEA menjadi isu yang bisa diangkat dalam penelitian
•    Advokasi materi pencegahan OCSEA ke pengelola KKN tingkat universitas.
•    Menyampaikan ke Dekan Fakltas FISIPOL tekrait edukasi pada mahasiswa baru (MABA)
•    Tingkat departemen Sosiologi akan mengusulkan tema-tema terkait OCSEA dalam risetnya.
Peluang ke depan bersama Tim SATGAS Pencegahan dan penanganan Kekerasan Seksual di univesitas
•    Menyampaikan ke tim SATGAS Pencegahan dan penanganan Kekerasan Seksual di univesitas tentang pentingnya dilakukan sosialisasi dan edukasi penerapan asesmen PSEA lembaga terutama dalam SATGAS itu sendiri. 
Spesialis Perlindungan Anak/Ibu Tria: 
•    Mengkoordinir/koordinasi tentang ISBN/nomor izin penerbitan secara online ke tim UNICEF di Jakarta. Untuk mempercepat proses ini tim Departemen Sosiologi dapat mengupayakan ISBN ini secepatnya dan membuat versi flip book. 
•    Koordinasi dengan PSGA UIN Alauddin untuk edukasi OCSEA di pesantren

                      
Melakukan Edukasi Pencegahan OCSEA bagi Guru-Guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri I Pembina Provinsi Sulawesi Selatan

Makassar, 14 Desember 2023.
Dalam rangka mendukung program yang mempromosikan Lingkungan yang Aman melalui Pendekatan Kesadaran dan Respons (Safe Environment through Awareness and Response Approach-SETARA) untuk mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender, perkawinan usia anak, eksploitasi dan pelecehan seksual anak secara online (Online Child Sexual Exploitation and Abuse-OCSEA) di Provinsi Sulawesi Selatan, maka UNICEF Indonesia melalui Yayasan BaKTI bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah melakukan Edukasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender (KBG), Eksploitasi dan Kekerasan Seksual Anak di Ranah Daring (OCSEA) bagi Guru-Guru SLB. Kegiatan ini diikuti oleh Guru-Guru dan Komite Sekolah SLB Pembina. Jumlah pserta yang ikut sebanyak 55 orang (laki-laki 14 orang, Perempuan 41 orang). 

Poin materi yang disampaikan antara lain: 
Data Pengguna internet.
    196.7 juta orang Indonesia terhubung dengan internet, hampir setengah dari jumlah tersebut mengakses internet melalui smartphone. 
    Anak-anak di Indonesia menggunakan smartphone sebagai perangkat utama mereka di dunia daring/online
    Kepemilikan smartphone dan penggunaan media sosial rentang usia 16–24 tahun mencapai 93,3% dan 90,7%
    72% pengasuh adalah pengguna internet
    41% anak-anak dan remaja di Indonesia menyembunyikan usia sebenarnya di dunia maya
 Potensi risiko internet
Implikasi Internet: 
    3 dari 10 anak mengalami eksploitasi dan kekerasan seksual online (ECPAT, DtZ 2020)
    Indonesia termasuk dalam 10 negara teratas dengan kasus kekerasan seksual anak online tertinggi (sejak 2005)
    Jejak pendapat U-Report 2019 terhadap 2.777 anak muda Indonesia usia 14-24 tahun, menemukan 45% mengalami cyberbullying; jumlah anak laki-laki sedikit lebih tinggi dari anak perempuan masing-masing sebesar 49% dan 41%.
    Keberhargaan / kepercayaan diri anak ditentukan oleh bayaknya respons sosmed

Bentuk-bentuk Eksploitasi dan Kekerasan Seksual Anak Online (OCSEA)
Pesan kunci bagi Orang tua & Guru:
    Keamanan online anak Anda penting. Tetapkan batasan yang jelas untuk apa dan kapan mereka dapat mengakses online. Manfaatkan akses dan pengaturan kontrol orang tua di perangkat anak Anda sekarang!
    Hadir pada aktivitas anak diranah daring. Kenali teman online anak, lindungi anak dari predator seksual. Pastikan anakk nyaman untuk bercerita dengan orang tua
    Penggunaan internet memiliki dampak positif dan negatif. Sangat penting bagi anak-anak dan remaja untuk mengetahui cara melaporkan ketika mereka melihat konten yang tidak pantas. Bicaralah dengan anak Anda tentang risiko berbagi gambar secara online.
    Keterampilan mengasuh anak secara umum yang berlaku di dunia nyata juga berlaku saat online. Manfaatkan pengaturan akses dan kontrol orang tua di perangkat anak Anda untuk memfilter apa yang mereka akses di internet.
    Bicaralah dengan anak Anda tentang apa itu 'informasi pribadi' - seperti alamat email, nama lengkap, nomor telepon - dan mengapa penting untuk tidak membagikannya kepada orang terutama yang tidak dikenal anak