Pendokumentasian Praktik Baik Program Kerjasama UNICEF - BaKTI

Kerja sama UNICEF-BaKTI memfasilitasi serangkaian kegiatan advokasi beberapa program terkait Child Protection dan Water and Sanitation Hygiene di wilayah Sulawesi Selatan. Child Protection berfokus pada pengembangan pelaksanaan PKSAI (Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif). Sejumlah kegiatan penting telah dilaksanakan selama periode April - Juni 2020 sebagai berikut:

Penulisan Dokumentasi Pengalaman Peningkatan Cakupan Akta Kelahiran di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa 
Yayasan BaKTI didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pemerintah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa telah menyusun/menulis Dokumentasi Pengalaman Peningkatan Cakupan Akta Kelahiran. Dokumen ini menjadi referensi bagi kabupaten/kota lain di Indonesia yang ingin mereplikasi praktik baik/inovasi yang dilakukan oleh kedua daerah ini. Penulisan dokumentasi ini dilakukan oleh penulis dari Kota Makassar dan tim dari Dinas Dukcapil Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Proses penulisan dokumentasi berlangsung sejak tanggal 29 Januari-27 April 2020. 

Buku kecil yang berjudul Akta Kelahiran untuk Semua (Menjangkau Anak-Anak Rentan dan Marjinal di Makassar dan Gowa) ini mencatat bagaimana Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Makassar dan Kabupaten Gowa menjalankan serangkaian upaya untuk peningkatan angka cakupan Akta Kelahiran. Buku ini bukan hanya mengurai tantangan, tetapi juga beraneka ragam program yang dijalankan untuk mengatasinya. Buku ini pun memaparkan deretan capaian Dinas Dukcapil Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, berikut manfaatnya baik langsung maupun tidak langsung, termasuk rangkaian pembelajaran yang diperoleh oleh dua dinas maupun para staf.
Buku ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi Dinas-Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota lain dan pihak-pihak terkait yang hendak menjalankan upaya serupa di masa mendatang. Dengan demikian, buku ini dapat dibaca sebagai bagian dari upaya advokasi dan replikasi peningkatan cakupan Akta Kelahiran. 

Monitoring Online Pelaksanaan Puskesos sebagai Strategi Keberlanjutan Service Hub (Pusat Layanan) PKSAI Kabupaten Gowa
Keberadaan Puskesos (Pusat Kesejahteraan Sosial) di tingkat desa memiliki peranan penting untuk mencegah dan menangani berbagai kasus kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan perlakuan salah terhadap anak  secara holistik, tepat, dan tuntas melalui keterpaduan layanan kesejahteraan anak dan layanan dasar lainnya. Kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Gowa mempermudah akses layanan bagi anak-anak dan keluarga rentan.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Sosial telah memilih 3 desa, yaitu Desa Panakukang, Desa Barembeng dan Desa Lembang Loe sebagai lokasi pengembangan layanan Puskesos yang terintegrasi dengan PKSAI (Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif). Untuk memperkuat kapasitas pengelolaan Puskesos yang telah dibentuk, UNICEF melalui Yayasan BaKTI bersama Pemerintah Kabupaten Gowa telah memberikan dukungan teknis berupa workshop pembentukan dan penguatan Puskesos untuk memperkuat Puskesos sebagai Service Hub PKSAI.
 
Melalui workshop tersebut, ketiga Puskesos telah menyusun rencana kerja jangka pendek maupun jangka menengah. Untuk memastikan pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang dibuat, maka UNICEF melalui Yayasan BaKTI bersama Pemerintah Kabupaten Gowa melaksanakan pemantauan/monitoring sejauh mana pengembangan Puskesos berjalan efektif di tingkat desa. Pertemuan monitoring ini dilaksanakan secara daring karena pandemi COVID-19 masih melanda seluruh wilayah Indonesia.  Kegiatan ini terlaksana pada tanggal 21 Mei 2020, diikuti 26 orang peserta (Laki-laki 11 orang, perempuan 15 orang). Unsur peserta terdiri dari Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Sakti Peksos, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, P2TP2A, Pendamping PKH,  Pengurus Puskesos,  dan Kader  Keluarga Berencana  yang ada di tingkat desa.


WASH (Water, Sanitation and Hygiene)

Twinning Program: Evaluasi dan Konsultansi Pelaksanaan RKTL Pendampingan Mentee Parepare oleh Mentor Sidoarjo
Alur kegiatan Twinning Program mencakup: Kunjungan Belajar ke-1 Mentee ke Mentor; Pendampingan Mentor ke-1 di kabupaten/kota Mentee; Kunjungan Belajar ke-2 Mentee ke Mentor; Pendampingan Mentor ke-2 di kabupaten/kota Mentee. Setiap pelaksanaan kegiatan tersebut menghasilkan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang dievaluasi melalui kegiatan review progress dan konsultasi hasil pelaksanaan RKTL yang melibatkan mentor dan mentee dan pihak-pihak terkait.  
Evaluasi dan konsultansi tentang hasil pelaksanaan RKTL yang direkomendasikan oleh mentor pada kegiatan pendampingan ke-1 untuk mentee Parepare berlangsung melalui pertemuan daring, 21 April lalu. Diikuti oleh 19 orang peserta dari unsur tim mentor UPTD PALD Sidoarjo; tim mentee Parepare dari Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, dan UPTD PALD;  Forkalim;  UNICEF Sulsel dan Jakarta; perwakilan Kementerian PU/PR; SSP/PT. Silicon Adilaras; dan Pokja AMPL Provinsi Sulsel. 
Materi pokok kemitraan Mentor Sidoarjo dengan Mentee Parepare adalah Meningkatkan Kualitas Pengoperasian dan Pemeliharaan IPLT (Topik 1 Twinning Program). 

Twinning Program: Evaluasi dan Konsultansi Pelaksanaan RKTL Pendampingan Mentee Kota Palopo oleh Mentor Gresik 
Evaluasi dan konsultansi tentang hasil pelaksanaan RKTL yang direkomendasikan oleh mentor pada kegiatan pendampingan ke-1 untuk mentee Palopo berlangsung melalui pertemuan daring, 22 April lalu. Diikuti oleh 15 orang peserta dari unsur tim mentor UPTD PALD Gresik, tim mentee Palopo dari Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, dan UPTD PALD,  Forkalim, UNICEF Sulsel dan Jakarta, perwakilan Kementerian PU/PR; SSP/PT. Silicon Adilaras; dan Pokja Provinsi Sulsel. 
Materi pokok kemitraan mentor Gresik dengan mentee Palopo adalah mengembangkan kelembagaan baru UPTD PALD dan Pengoperasian IPLT (Topik 5 Twinning Program)

Twinning Program: Evaluasi dan Konsultansi Pelaksanaan RKTL Pendampingan Mentee Kabupaten Pinrang oleh Mentor Sidoarjo
Evaluasi dan konsultansi tentang hasil pelaksanaan RKTL yang direkomendasikan oleh mentor pada kegiatan pendampingan ke-1 untuk mentee Pinrang berlangsung melalui pertemuan daring, 24 April lalu. Diikuti oleh 14 orang peserta dari unsur tim mentor UPTD PALD Sidoarjo; tim mentee Pinrang dari Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, dan UPTD PALD;  Forkalim; UNICEF Sulsel dan Jakarta; perwakilan Kementerian PUPR; SSP/PT. Silicon Adilaras; dan Pokja Provinsi Sulsel. Materi pokok kemitraan mentor Sidoarjo dengan mentee Pinrang adalah meningkatkan kualitas pengoperasian dan pemeliharaan IPLT (Topik 1 Twinning Program). 

Penyusunan Dokumen Strategi Sanitasi Sekolah (SSS): Review Progress dan Konsultasi Pengumpulan Data Sanitasi Sekolah SD dan MI Kabupaten Bone dan SD-SMP di Bulukumba.
 
Komponen kegiatan penyusunan Dokumen Strategi Sanitasi Sekolah meliputi: advokasi persetujuan pimpinan daerah melalui Pokja AMPL Bone untuk penyediaan  anggaran kegiatan; bimbingan teknis penjangkauan dan pengumpulan data sanitasi sekolah bagi sanitarian Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan; entry data oleh tim Pokja AMPL; verifikasi dan analisis data sanitasi sekolah; penulisan naskah dokumen sanitasi sekolah; konsultasi stakeholder untuk penyusunan program kegiatan yang terintegrasi dalam SSK; dan evaluasi. 

  • Bone: Kegiatan yang berlangsung pada bulan April-Juni 2020 meliputi: i) penjangkauan dan pengumpulan data sanitasi sekolah 762 SD dan MI di kabupaten Bone; ii) penginputan data; iii) verifikasi dan analisis data; dan iv) penulisan naskah dokumen SSS.
  • Bulukumba: Kegiatan yang berlangsung pada bulan April-Juni 2020 meliputi: i) penjangkauan dan pengumpulan data sanitasi sekolah 540 SD dan SMP di kabupaten Bulukumba; ii) penginputan data; iii) verifikasi dan analisis data; dan iv) penulisan naskah dokumen SSS.

Penulisan Buku Dokumentasi Program Twinning
Pengumpulan Materi  Proses Pembelajaran dari Tim Mentee dan Mentor, 17-24 Juni 2020
Selama proses kegiatan kaji tiru kabupaten dan kota mentee di UPTD PAL mentor serta kegiatan pendampingan ada banyak praktik dan pengalaman  yang sangat berharga dan akan menjadi sumber pengetahuan baru khususnya bagi kabupaten dan kota lain yang sedang menyiapkan pembangunan IPLT dan pengelolaan UPT PAL.   Praktik-praktik tentang mentor dan mentee melakukan penilaian IPLT masing-masing, membandingkan satu dengan lainnya, menemukenali kekuatan dan kekurangannya mentor dan mentee, mengkaji tahapan pengembangan UPTD PAL mentor, strategi adovokasi pengembangan kelembagaan UPTD PAL baru  serta praktik replikasi oleh mentee  semuanya perlu didokumentasikan  dalam satu Buku Dokumentasi Twinning Program yang dilakukan pada periode 17 – 24 Juni 2020. 
Buku tersebut akan merangkum praktik-praktik yang dikerjakan baik oleh mentor dan mentee serta perubahan yang terjadi di kabupaten dan kota mentee selama proses kemitraan pendampingan. Ditargetkan buku tersebut nantinya akan dapat disebarluaskan kepada semua stakeholder UPTD PAL khususnya bagi kabupaten dan kota mentee dan mentor dan daerah yang tengah menyiapkan rencana pembangunan IPLT.